Wednesday, 20 December 2017

Diantara Keheningan Hutan Bukit Barisan Selatan

Sepanjang perjalanan menuju Rhino Camp, di Patok Seket, Lampung Barat, mata saya tidak bisa lepas memandang pohon-pohon besar yang berusia ratusan tahun. Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terbentang mulai dari Tanggamus hingga ujung Lampung Barat merupakan hutan hujan tropis yang rindang dan subur. 

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Hutan TNBBS menjadi habitat bagi bunga Bangkai Raksasa atau Raflesia Anoldi.
Foto : jejakbocahilang.files.wordpress.com
Saya melakukan perjalanan ini bersama teman yang sama hobi traveling, beberapa waktu lalu. Dari Bandar Lampung, kami berangkat pagi, jarak dari Bandar Lampung sekitar 130,1 kilometer melalui Jalan Lintas Barat Sumatera. Untuk mencapai lokasi Rhino Camp, di Patok Seket, Lampung Barat, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam 30 menit.

Kami meluncur menggunakan mobil partroli milik Polisi Hutan yang bertugas menjaga keamanan TNBBS. Ditemani oleh beberapa petugas dari Balai Besar TNBBS, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali banyak hal tentang Tapak Warisan Dunia penyumbang oksigen terbesar ini. “Jadi, tidak hanya kita yang wajib menjaga hutan TNBBS ini, tapi juga seluruh dunia karena jika hutan ini rusak, maka sekitar 1/3 oksigen dunia akan berkurang,” ujar pria berbadan tegap tersebut.

Baca Juga :  Ayo Liburan ke Taman Nasional Way Kambas 

Mobil terus melaju kencang di tengah keheningan hutan barisan selatan. Wajah saya tengadah berupaya mencapai puncak pepohonan tua yang menjulang tingggi. Saya segera mengedipkan mata saat sinar mentari menyebul dari balik dedaunan pohon-pohon raksasa tersebut.

Pohon-pohon di TNBBS ada yang sudah berumur puluhan
hingga ratusan tahun. Foto : pedomanwisata.com

Sampai di Rhino Camp, kami disambut Pak Sutrisno. Kami tidak bisa beristirahat lama-lama karena harus segera masuk hutan sebelum senja. Hanya berjalan sekitar 10 meter dari camp, ada tiga bunga Raflesia anoldi yang sedang mekar, sedangkan sekitar lima lainnya berupa putik bulat seperti bola basket.

Menurut Pak Sutrisno,  bunga bangkai raksasa itu mulai ditemukan di sekitar daerah Patok Seket sejak 1990. Saat curah hujan tinggi, bunga Raflesia yang mekar bisa mencapai 140 hingga 150 bunga. Hutan TNBBS telah menjadi habitat alami bagi perkembangan biakan raflesia anoldi.

Kami meneruskan perjalanan sekitar 5 meter dari bunga Raflesia tersebut, dan disana terdapat habitat tanaman kantong semar. Saat saya memetik salah satu kantong semar, Pak Sutrisno langsung mengingatkan saya untuk tidak meminum air yang ada di dalam kantong semar tersebut. “Hati-hati mbak, jangan diminum, coba lihat dulu, itu sudah terbuka daunnya, berarti airnya sudah beracun, kalau diminum akibatnya bisa fatal,” ujar Pak Sutrisno yang kontan membuat saya kaget dan membuang kantong semar yang saya petik.

Namun, Pak Sutrisno malah tertawa dan mencari kantong semar yang masih tertutup rapat, lalu meneguk air dalam kantong tersebut. “Nah, kalau kantong semar muda seperti ini, airnya masih bersih dan tidak beracun,” tuturnya sambil menawarkan kepada saya satu kantong semar muda. “Hehehe, nggak usah Pak,” ujar saya sambil beringsut mundur.

Usai berkeliling di sekitar hutan Rhino Camp, kami kembali ke pinggiran hutan TNBBS. Dalam perjalanan pulang, Pak Sutrisno meminta kami berhenti, dan dia memotong kayu berwarna merah yang menggelantung di sebuah pohon besar. “Ini namanya akar merah. Coba lihat, airnya banyak dan jernih,” kata dia. Glek..glek..glek.. Pak Sutrisno mengarahkan potongan akar merah ke mulutnya dan meneguk air langsung dari kayu merah itu. Kami juga diberi masing-masing satu potong akar merah. Hmm, benar, airnya dingin dan segar.

Kekayaan Flora Fauna TNBBS       

Hutan TNBBS sangat luas, sekitar 356.800 hektare, terdapat di Bengkulu seluas 88 ribu hektare, dan di Lampung seluas 290.800 hektare. Di Lampung, lahan TNBBS juga  dibagi menjadi dua wilayah yaitu di Kabupaten Tanggamus seluas 10.500 hektare dan di Lampung Barat 280.800 hektare. Kekayaan hutan TNBBS sangat luarbiasa.

Di hutan-hutan TNBBS terdapat lebih dari 300 jenis burung atau aves, 9 jenis primata seperti lutung, siamang, owa, beruk, monyet ekor panjang, bahkan di TNBBS juga ada kera terkecil di dunia yang termasuk jenis kera buku atau Tarsius bancanus. Kera ini aneh dan unik, matanya bulat besar seperi burung hantu dan kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat. Kera ini aktif di malam hari, kalau siang hari tidur dan istirahat. Hutan ini juga menjadi habitat sekitar 90 mamalia  seperti gajah, harimau sumatera, badak, beruang madu, dan lainnya.

Adventuring naik gajah masuk hutan TNBBS.
Foto : dinaspariwisata.lampungprov.go.id

Jika ingin merasakan petualangan patroli naik gajah mengelilingi hutan TNBBS, Anda bisa mendatangi Resor TNBBS Pemerihan, Lampung Barat. Disini ada beberapa gajah yang dilatih untuk melakukan patroli mengawasi 17.500 hektare hutan TNBBS di daerah Pemerihan. Elephant Patrol yang dibentuk sejak 2009 tersebut juga berfungsi untuk mengusir gajah liar yang masuk ke kawasan penduduk.

Menjaga Kelestarian Hutan TNBBS

Untuk menjaga kelestarian hutan-hutan TNBBS, tim Balai Besar TNBBS bekerjasama dengan polisi kehutanan dengan melakukan patroli rutin masuk ke pos-pos penjagaan di tengah hutan. Petugas patroli hutan dibekali senjaga semi otomatis jenis PN1A1 yang dapat digunakan sesuai prosedur saat menghadapi pemburu liar da perambah hutan yang bersenjata locok atau rakitan.

“Kami dari Balai Besar TNBBS juga melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan ini. Karena itu sekarang ada perhutanan sosial, dimana masyarakat boleh membudidayakan tanaman hutan di demplot yang sudah disediakan,” ujar salah satu petugas TNBBS.

Dia memaparkan, saat ini sudah ada demplot tanaman anggrek dengan 130 jenis anggrek hutan yang ditemukan di hutan TNBBS. Masyarakat juga mengembangkan demplot tanaman obat, seperti pasak bumi dan akar merah.

Beberapa Peraturan Masuk TNBBS

Untuk masuk ke TNBBS harus mendapatkan izin resmi dari Balai Besar TNBBS yang berkantor di Jalan Ir H Juanda Nomor 19 Km 1, Kota Agung, Tanggamus. Beberapa hal yang harus dipahami adalah :

1.    Berdasarkan peraturan pemerintah No.59 tahun 1998, setiap pengunjung/ kendaraan yang masuk wilayah TNBBS harus membayar pintu masuk dan biaya lainnya yang sesuai.

2.    Para peneliti harus menyerahkan proposal penelitian dan dilengkapi dengan surat referensi surat lamaran dari instansi terkait. Selama penelitian, mereka akan didampingi oleh petugas TNBBS. Peneliti harus menyerahkan salinan laporan penelitian.

3.    Bagi peneliti yang ingin mengambil sampel spesimen organisme yang dilindungi harus mendapatkan izin khusus dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA).

4.    Pengunjung dengan tujuan pencitraan atau mengambil film / video harus mengajukan permohonan tertulis kepada kepala TNBBS dilengkapi dengan sinopsis. Selama produksi, TNBBS akan mengawal proses, dan salinan video / film harus diserahkan.

5.    Waktu paling lama tinggal bagi wisatawan adalah tujuh (7) hari.

Untuk penginapan bisa di Rhino Camp, Resor TNBBS Pemerihan, atau rumah warga di pinggiran hutan TNBBS agar Anda benar-benar merasakan petualangan sejati sebagai seorang traveller.

(Rinda Mulyani)

Tuesday, 19 December 2017

Wisata di Lampung ? Ayo Liburan Ke Taman Nasional Way Kambas !

Bermain bersama anak gajah di Way Kambas. Foto : Ikhsan Dwi Nur Satrio

Ingat Gajah, Ingat Lampung. Yups, salah satu Wisata di Lampung yang wajib dikunjungi adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Satwa langka yang dilindungi ini menjadi salah satu ikon satwa di Lampung karena Lampung memiliki Sekolah Gajah (Pusat Latihan Gajah) atau Pusat Konservasi Gajah (PKG). Taman perlindungan gajah yang berdiri sejak 1985 ini berada tepatnya berada di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Lampung, Indonesia.

Tapak Warisan Dunia ini menempati area hutan seluas 130.000 hektare, memiliki empat tipe ekosistem utama yitu ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem hutan rawa, ekosistem mangrove, dan ekosistem hutan pantai.

Berdasarkan daerah penyebaran satwa, TNWK memiliki fauna langka, diantaranya jenis mamalia seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Tapir, Rusa, Kijang, Beruang Madu, Macan Dahan dan lain-lain. Sedangkan jenis primata terdapat Lutung, Owa, Siamang. Juga ada jenis aves, dan burung.

TNWK juga menjadi habitat banyak flora eksotis, diantaranya Api-Api, Pidada, Nipah (Nypa fruticans), Gelam,  Salam, Rawang, Ketapang, Cemara Laut, Pandan, Puspa, Meranti, dan Ramin. Kekayaan flora, fauna, serta kegiatan TNWK dapat diakses lebih lengkap di  http://waykambas.org/

Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation dan Sumatera Rhino Sanctuary (SRS) yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah. SRS berhasil melakukan pengembang biakan badak melalui penangkaran semi in situ dengan kelahiran Andatu dan Delailah. Hutan TNWK juga dapat melahirkan badak di luar penangkaran.

Jalur Darat, Udara,  Pelabuhan

Jika Anda ingin Wisata di Lampung dengan melancong ke TNWK, akses transportasinya cukup mudah. Saat ini transportasi cukup lengkap, bahkan sudah ada Damri jalur perintis yang dapat mengantar wisatawan ke Taman Wisata favorit di Lampung ini. TNWK dapat dicapai melalui jalur darat dari Ibu Kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung melewati jalan lintas ke Metro dan Menuju Way Jepara dengan jarak sekitar 112 kilometer. Jika tidak macet di Kota Bandar Lampung dan Lampung Tengah, maka perjalan hanya membutuhkan waktu 2 jam, tapi jika macet bisa mencapai 3 jam perjalanan santai.



Dari Bandara Raden Inten II di Branti, Natar, Lampung Selatan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan darat dengan melewati jalur yang sama yaitu Metro hingga ke Way Jepara, Lampung Timur dengan perjalanan sekitar 2 jam.

Bagi pengunjung yang melalui jalur Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan akan melewati Panjang (Bandar Lampung-Sribawono (Lampung Timur)-Way Jepara (Lampung Timur) sekitar 4 jam perjalanan.

Lebih mudah lagi kalau Anda Wisata di Lampung dengan mengambil paket menginap dan traveling melalui hotel-hotel di Bandar Lampung yang saat ini menyediakan paket wisata untuk tamu-tamu yang menginap seperti di Hotel Sheraton, Hotel Novotel, dan Hotel Horison.


Berfoto bersama gajah. Foto : Rinda Mulyani

Proses Izin Masuk TNWK
Semua pengunjung yang ingin berwisata ke TNWK harus melapor dan mendapatkan Izin masuk di pintu gerbang Plang Ijo yang berjarak sekitar 9 km dari Pusat Konservasi Gajah. Khusus untuk izin penelitian harus mendapatkan izin dari tertulis dari petugas di Kantor Balai Besar TNWK berada di Jalan Raya Way Jepara, Labuhan Ratu Lama, Lampung, Telp. (0725) 44220.
Di pusat latihan gajah, pengunjung dapat menyaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.
Namun atraksi ini belakangan dihentikan oleh pengelola Balai Besar TNWK karena dinilai melanggar prikehewanan,hehehe. Namun, para pengunjung masih dapat menaiki gajah berkeliling di seputar hutan konservasi TNWK. Serta melihat petugas memandikan anak-anak gajah.
Salah satu yang menantang dari wisata ke TNWK adalah touring mengeliling hutan TNWK dengan naik gajah. Bagi para traveler yang suka tantangan dan alam, ini akan menjadi salah satu pengalaman yang memacu adrenalin Anda.
Penginapan
Selama berwisata di TNWK salah satu Wisata di Lampung yang favorit ini, Anda bisa menginap di  Satwa Sumatra Elephant Ecolodge, Way Kanan Resort, Pusat Pelatihan Gajah, Way Kambas National Park Camping Ground, dan YESTOYA Club House Hotel.
(Rinda Mulyani)




Monday, 18 December 2017

Tips Dari Ustad Abdul Somad Memilihkan Sekolah Untuk Anak


Dulu saya sempat bingung memilihkan sekolah untuk anak saya. Bahkan, sebelum masuk usia sekolah dasar, bingungnya udah duluan menyerang. Bagaimana tidak, saya melongok ke sekolah negeri, yang banyak pelajaran umumnya, pelajaran agama hanya 2-4 jam dalam seminggu. Nah, gimana pembangunan karakter dan akhlatulkarimahnya nanti, bagaimana penanamkan nilai-nilai agama, bagaimana mengenalkan Akhlak Rasulullah dan para sahabat kepada anakku nanti, sementara kami suami istri bekerja semua?

Melirik ke sekolah islam terpadu dan boarding school, biaya masuknya selangit, SPP per bulan meroket, aduhhh pusing duluan kepalanya. Mulai deh, ngitung-ngitung pendapatan, ngitung gaji, dikurangi sama cicilan rumah, biaya listrik, biaya bensin, dan makan sehari-hari. Hik..hik..hik... speechless!

Alhamdulillah, akhirnya Allah menunjukkan jalan. Saya mulai membaca banyak artikel tentang tips memilih sekolah yang bagus untuk anak. Sebagian besar dari artikel yang saya baca menjelaskan bahwa sekolah bagus ditentukan oleh beberapa hal diantaranya : Kurikulum, Metode Pembelajaran, Mutu Guru, Mutu Manajemen, dan kelengkapan Fasilitas serta Sarana Prasarana.

Dannn...yang paling penting untuk diperhatikan dan diamati baik-baik adalah kurikulum pendidikannya serta mutu gurunya. Dua hal ini kata kunci untuk memilih sekolah yang baik bagi anak. Karena saya ingin menanamkan pondasi nilai yang kuat pada anak saya, maka saya memilih sekolah berbasis agama atau sekolah islam terpadu.

Saya buka mata dan telinga untuk menyerap sebanyak-banyaknya informasi tentang sekolah islam terpadu yang ada di sekitar area perumahan. Ada beberapa sekolah islam terpadu dengan harga yang mehong. Terus cari, cari terus, hehehe, sampai akhirnya saya bertemu dengan sekolah islam terpadu dengan harga terjangkau.

Cuma memang, sarana gedung masih dalam pengembangan, fasilitas air bersih kadang tersendat, hik..hik..lapangan olahraga minim, tapi ada masjid sekolah, ada kantin, dan ruang kelas yang layak. Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah masuk ke hapalan juz 28, memahami kewajiban shalat, puasa, bisa berbahasa Arab, bahasa Inggris walau tersendat-sendat,hehehe.





Saat mendengar ceramah Ustad Abdul Somad saat mengisi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Lampung pada Selasa, 12 Desember 2017 lalu, saya semakin bersyukur tidak salah memilihkan sekolah untuk anak saya.

Dalam syiarnya, Ustad ahli hadist dan perbandingan mazhab ini menjelaskan tentang sistem pendidikan sekuler dan pendidikan agama. Menurut Ustad Abdul Somad, saat ini sistem pendidikan terbagi dua, yaitu pendidikan sekuler/liberal dan pendidikan agama.

“Sekarang pendidikan terbagi dua, yang sebelah kiri, hebat fisika, hebat kimia, hebat matematika,  tapi tidak bisa shalat. Allahuakbar, diam saja, itu pun (shalatnya) idul fitri sama idul adha aja,” ujar Ustad Abdul Somad. Yang sebelah kanan, ujarnya, ngerti hadist, ngerti fikih, ngerti sejarah Islam, tapi kalau lampu, dia bingung, kalau laptop mati dia bingung, “Gaptek”.

“Nah, yang tengah yang hebat, (sistem pendidikan) yang mengombinasikan keduanya. Bahasa Inggris mantap, fisika mantap, biologi mantap, medisnya mantap, quran hadistnya mantap, akidahnya mantap, tauhidnya mantap, ilmu kalamnya mantap. Inilah yang akan menolong agama Allah,” ujar Ustad Somad disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat Lampung.

Bersyukur saat ini sistem pendidikan Islam Modern yang memadukan pendidikan umum/sains/teknologi dengan pendidikan agama sudah menjamur. Ada pondok pesantren modern Gontor, Al Azhar, Islamic Boarding School, Sekolah Islam Terpadu, Tahfizul Quran, dan lainnya yang sudah memadukan ilmu umum dan agama.

Sistem pendidikan islam modern ini kini menjadi favorit di tengah masyarakat sebab siswanya tidak hanya dibekali dengan nilai-nilai agama Islam, kekuatan karakter dan akhlatul karimah, tapi juga diajarkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan bahasa internasional, dan keterampilan lainnya. Hayo Bunda, mau pilih yang mana?

(Rinda Mulyani)


Sunday, 17 December 2017

Ustad Abdul Somad Imbau Warga Lampung Perbanyak Sekolah Islam


Kehadiran Ustad Abdul Somad di Lampung sudah lama saya tunggu-tunggu. Selama ini, saya selalu mengintai ceramah-ceramah Ustad Kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini melalui chanel You Tube. 

Beberapa minggu sebelum acara saya sudah melihat flayer tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, pada Selasa (12/12/2017).

Kesempatan ini tentunya tidak saya sia-siakan. Sore hari, saya sudah stanby di tenda yang terdapat di tengah lapangan. Maklum, sejak sore Provinsi Lampung yang terkenal dengan sloga Sai Bumi Ruwa Jurai ini sudah dibasahi oleh rinai. 

Alhamdulillah, walau dari jarak jauh, tapi soundsystem yang besar dan banyak menggelegarkan suara Ustad Abdul Somad dari atas panggung.

Ceramah agama dimulai setelah shalat isya. Acara diawali dengan lantunan ayat suci, shalawatan bersama, dan dipimpin oleh seorang anggota TNI, Ustad jebolan Al Azhar ini ikut bersama ribuan masyarakat Lampung menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Di tengah hujan, Ustad Abdul Somad dan masyarakat Lampung penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk cinta kepada tanah air yang diperjuangkan para ulama dan pahlawan terdahulu.






Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad mengupas tentang pentingnya pendidikan Islam bagi anak-anak sejak dini. Dia mengingatkan para orangtua untuk memasukkan anak-anak ke sekolah agama, bisa ke sekolah tsanawiyah, pondok pesantre, dan sekolah islam terpadu, SDIT, SMPIT, SMAIT.

“Untuk itu, bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin ikut memajukan pendidikan Islam, maka dirikan pondok pesantren, sekolah islam terpadu, karena itulah bekal yang akan dibawa ke akhirat. Sedangkan harta yang banyak di dunia ini (jika tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat ) maka tidak akan ada gunanya,” ujar dia.

Wakafkan tanah untuk kemajuan Islam, baik untuk hotel syariah, sekolah Islam, bank Syariah. Ini akan menjadi amal jariyah. 

“Tapi bukan kayak kemarin, ada anak muda nanya sama saya pakai kertas, Ustad Somad apa hukumnya pacaran syariah, itu tidak benar, jangan bawa-bawa kata syariah pada perbuatan yang mungkar. Maka yang punya tanah, wakafkan tanahnya untuk sekolah,” ujarnya.

Usai tablig akbar di Lampung, Ustad Abdul Somad berharap banyak orang kaya yang mendatangi panitia untuk diwakafkan agar dibangunkan sekolah.  Agar tanah wakaf tersebut jelas secara hukum, maka harus diurus ikrar wakafnya  ke KUA sehingga tidak ada ana-anak dan cucu-cucu di kemudian hari yang menuntut saat dibangun sekolah Islam. 

“Jangan komersil, ini daftar ulang Rp20 juta, anak siapa yang masuk kesana, buatlah sekolah yang berkualitas dan terjangkau (oleh semua kalangan),” tuturnya.


(Rinda Mulyani)

Saturday, 16 December 2017

Ketofastosis, Tren Gaya Hidup Sehat Cegah Penyakit Degeneratif

Founder Ketofastosis Indonesia, Nur Agus Prasetyo
memberikan seminar di Lampung, Minggu (3/12/2017).
Ketofastosis? Pertamakali mendengar gaya hidup ketofastosis, jujur saja saya nggak mudeng blas, sama sekali nggak ngerti. Apa itu ketofastosis? Bagaimana pola hidup dan pola makan yang diterapkan, benar-benar info baru bagi saya. Untungnya, pada Minggu (3/12/2017), saya diundang oleh Mbak Afriyah yang akrab saya sapa Mbak Fia. Oke, pag-pagi saya sudah datang ke LPMP Provinsi Lampung karena kegiatannya digelar di aula LPMP.

Disana sudah ramai dengan peserta, serta stand-stand makanan yang rendah karbo, seperti diabetasol, tropicana slim. Dan, ternyata, semua produk makanan serta penganan yang dijual di stand sudah diolah sedemikan rupa menjadi menu tanpa karbo atau disebut juga menu ketofay. 

Ada bubur dari olahan tepung konnyaku, mie dari shirataki, lontong dari olahan agar-agar swallow yang diberi santan, kerupuk kulit, kerupuk usus, kopi tanpa glukosa, olahan susu berupa kefir dan yogurt. Pokoknya, semua makanan ketofay diolah menggunakan bahan makanan tinggi lemak dan protein sedang, dan ingat TANPA KARBO!

Nah, penasaran dong dengan pola hidup yang satu ini, katanya pola hidup sehat, tapi kok tinggi lemak, protein sedang, dan no carbo. Yups, selama seminar, aku berusaha konsentrasi menyimak penjelasan langsung dari Founder Ketofastosis Indonesia,  Nur Agus Prasetyo yang akrab  disapa Mas Tyo.

Menurut Mas Tyo, gaya hidup ketofastosis merupakan gabungan antara fastosis (puasa) dan ketosis (menjadikan keton (lemak) sebagai bahan bakar utama bagi tumbuh). Menurut Mas Tyo, sebenarnya pola hidup ketofastosis ini sudah diterapkan oleh manusia sejak zaman pra sejarah/zaman es, dimana ketika itu manusia gua hanya mengonsumsi apa yang hidup di atas tanah yaitu hewan, karena tidak ada tumbuhan yang hidup di zaman es.
Setelah makan, manusia pra sejarah kembali ke gua, dan akan keluar lagi untuk berburu mencari makan setelah beberapa hari hingga beberapa minggu.

Pola hidup manusia pra sejarah ini membuktikan daya hidup (survival) yang luar biasa. Pola puasa yang dikuti dengan konsumsi makanan tinggi lemak, protein sedang dan no carbo serta olahraga  itu membentuk postur kuat (berotot), imun kuat, serta daya hidup yang teruji hingga beberapa abad. 

“Nah, kita lihat pola hidup zaman sekarang, dimana kita dikepung dan diserbu oleh makanan tinggi karbohidrat, glukosa, semua ada di mana-mana. Apa dampaknya bagi kesehatan manusia? Obesitas, penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, kolesterol, jantung, tumor, kanker, macam-macam. Itu penyebabnya apa? Karena manusia modern tidak bisa mengontrol mulutnya, ngunyah terus, ngunyah lagi, jadi kunci hidup sehat itu di Fasting (puasa),” ujar Mas Tyo.

Menurut dia, walaupun kita mengonsumsi makanan yang dinilai sehat, tapi dimakan secara berlebihan, dampaknya tetap tidak sehat. Karena itu, lanjutnya, pola puasa ini digabungkan dengan ketogenik yaitu menjadikan keton (lemak) sebagai sumber bahan bakar utama bagi tubuh.

“Untuk menjadikan keton sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi bagi tubuh, glukosanya harus dihilangkan dulu, kenapa? Karena jika darah kita masih tinggi gula, maka tubuh akan mengambil gula sebagai sumber energi sebab itu yang paling mudah dipecah menjadi ATP atau energi. 

Ini lah pentingnya fasting untuk menurunkan gula dalam darah sehingga insulin ikut turun, jika insulin turun, tubuh akan merespon dengan memerintahkan lever menghasilkan keton  untuk kemudian diolah menjadi energi, inilah yang disebut ketofastosis,” ujarnya.

Lalu, apakah bahaya jika gula darah rendah? Dan menusia tidak mengkonsumsi gula dari luar, dari makanan? Mas Tyo menjelaskan, karbohidrat merupakan salah satu nutrisi non essensial, tidak essensial diambil dari makanan karena dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Menurut dia, jika tubuh tidak memasukkan karbo/gula dari luar (makanan), maka lever akan menghasilkan gula sesuai kebutuhan tubuh.




“Inilah bedanya gula yang dikonsumsi dengan gula yang dihasilkan tubuh karena tubuh pasti akan menghasilkan gula sesuai kebutuhan, sedangkan kita selalu mengikuti selera, bukan kebutuhan, ahh enak nih, makan karbo, enak nih, makan karbo lagi, padahal itu sudah berlebih dalam tubuh, tetap saja makan. Akhirnya, gula berlebih dalam darah akan diolah menjadi lemak untuk disimpan di jaringan bawah kulit,” tuturnya.

Jika manusia masih saja mengonsumsi karbo dalam kondisi gula darah yang sudah berlebih, maka lama kelamaan insulin akan kecapean, dan akhirnya gula dalam darah tinggi, konsekuensinya oksigen dalam darah turun, dan ini akan berdampak kepada buruknya respirasi sel. Inilah yang kemudian menyebabkan berbagai penyakit degeneratif dan sindrom metabolisme.

Mas Tyo memaparkan beberapa perbedaan sumber energi dari gula dan keton. Menurut dia, orang yang menjadikan glukosa/karbo sebagai sumber energi akan merasakan pusing, mual, gelap, lemas, dan perut perih jika gula darah turun.

“Ini memang gejala metabolisme yang terjadi saat gula darah rendah. Berbeda dengan keton, bagi mereka yang sudah menerapkan gaya hidup ketofastosis, tidak akan pernah merasakan sindrom metabolisme seperti itu, sebaliknya, semakin tubuh dibawa bergerak, berolahraga justru semakin segar, semakin fresh, semakin fit, itulah pembakaran keton. Jadi, ada tiga hal yang tidak boleh dilepaskan dari gaya hidup ketofastosis yaitu puasa, ketosis, dan olahraga,” katanya.

Beberapa anggota Ketofastosis Indonesia dan Lampung memberikan testimoni tentang manfaat ketofastosis terutama dalam mengatasi penyakit regeneratif yang mereka alami. Ubaidillah misalnya yang awalnya memiliki masalah obesitas dengan berat badan 108 kilogram, selama beberapa bulan menerapkan pola hidup ketofastosis berat badannya stabil di 65 kilogram.

Tidak hanya itu, penyakit gatritis kronis yang sudah lama dia idap, secara perlahan mengami penyembuhan, termasuk masalah sendi yang selama ini dia alami dengan kehilangan kemampuang menggenggam. “Dulu, kalau gatritis kambuh, bisa diopname karena sesak didada, panas, susah bernafas, tapi sekarang Alhamdulilah saya sudah lepas dari semua keluhan itu. Ini dulu jemari tangan kanan saya ini tidak bisa dikepal, sekarang saya sudah bisa mengenggam,” ujar Ubaidillah.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ketofasosis Lampung, Arif Wahyudi mengatakan komunitas ini dibangun untuk saling menguatkan, saling berbagi dan saling sharing menu serta nutrisi haris yang harus dikonsumsi. Menurut dia, dulu menu ketofastosis sulit didapatkan, harus di pulau jawa dan harga mahal. Namun, sejak berdirinya komunitas tersebut, sudah banyak anggota yang kreatif melakukan olahanan makanan bagi para ketofay.

“Jadi, komunitas ini juga berfungsi untuk menyediakan nutrisi dan olahanan makanan bagi para ketofay,” kata Arif Wahyudi. Selain itu, lanjutnya, menerapkan gaya hidup ketofastosis di zaman modern sangat berat, tidak jarang, para ketofay dibully baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Untuk itu, komunitas ini menjadi salah satu wadah untuk curhat dan saling menguatkan agar para ketofay tidak kembali ke pola hidup yang lama. “Ketofastosis ini gaya hidup, jadi ini pilihan, sama seperti vegetarian misalnya, maka harus konsisten selamanya,” kata dia.

Seharian mengikuti seminar Ketofastosis Solusi Penyakit Metabolisme dan Degenaratif memberikan banyak wawasan dan pemahaman tentang tren gaya hidup yang satu ini. Kembali ke diri sendiri, hehehe, kuat nggak ya? Ntar dulu deh, kalau low carbo sih aku sudah terapkan !


(RINDA MULYANI)

Tuesday, 14 November 2017

Bermain Squishy Asah Kreatifitas Anak

Mewarnai squishy.
Hari ini hari libur sekolah. Ruang tamu dalam kondisi berantakan, potongan spon bertebaran dimana-mana, ada juga lembaran-lembaran tisu yang sudah robek-robek, spidol acak-acakan. Dan, anaknya tertawa riang menunjukkan hasil karyanya. “Ma, lihat, ini squishy buatanku, slow lo Ma. Gimana Ma, bagus kan, ini ibloom peach,” kata anaknya yang saat ini duduk di kelas IV SDIT Miftahul Jannah, Rajabasa, Bandar Lampung. Tangannya meremas squishy buatanya yang diwarnai dengan spidol merah jambu muda.

Kini, ini menjadi aktifitas kami berdua di saat libur sekolah. Mataku sempat melirik tebaran potongan spon, tisu, dan peralatan lain yang acak-acakan, tapi segera aku abaikan. “Coba sini mama pegang,” ujarku. Anakku langsung memberikan squishy buatannya. “Aiiihhh, iya lo, lembut dan slow ya. Aura mah boleh lo, bisaan bikin squishy,” saat meremas squishy buatan anakku itu, rasa kesal melihat rumah yang berantakan langsung hilang. “Ya udah Nak, nanti kalau udah selesai kita beresin rumah bareng ya,” ujarku. Aktifitas membuat squishy ini sangat menyenangkan dan bikin ketagihan.

https://youtu.be/zvOPb_OVIBQ



Jujur saja, aku memilih membelikan spon, double tip, spidol dan tisu untuk membuat squishy home made karena harga squishy kan mahal banget. Kalau aku menuruti membelikan semua squishy keinginan anakku, jelas aku tidak akan sanggup, kantong bisa jebol. Dulu sih, awal anakku minta dibelikan squishy, aku selalu menolak. Sampai akhirnya, anakku menonton video cara membuat squishy, nah langsung deh dia minta dibelikan semua bahan untuk membuat squishy.

Permintaan yang satu ini aku turuti. Alasannya, dengan membuat squishy sendiri, jelas lebih murah, dan anakku bisa lebih kreatif. Dia belajar membuat sketsa gambar squishy yang diinginkan kemudian memotong spon sesuai sketsa tersebut. Belajar menempelkan double tip dengan rapi, memasang tisu dengan rapi, dan kemudian mewarnai squishy tersebut sesuai keinginannya.

Selain itu, aku juga ingin mengajarkan kepada anakku bahwa untuk mendapatkan mainan yang lagi tren tidak harus dengan membeli yang mahal-mahal dan menjadi konsumtif, tapi bisa lewat kreasi sendiri. Jadilah setiap libur sekolah, rumah berantakan oleh perbuatan kami berdua yang asyik membuat squishy.
 
Setelah memiliki beberapa squishy, anakku meminjam handphone, lalu masuk ke kamar. Awalnya aku biarin aja, paling dia mau nonton videonya Ria Ricis, si Ratu Squishy,hehehe. Namun, kok anakku kayak ngomong sendiri ya. Begitu aku intip ke kamar, disana sudah tersusun aneka squishy buatannya yang siap dijual. Bahkan, dia menulis nama-nama squishy miliknya, ada jumbo bread, ibloom peach, strowberry, kapibarasan, panda bun, dan lain sebagainya.

Ternyata oh ternyata, anakku membuat video home sale squishy! Yups, bertambah lagi satu kreatifitas anakku. Mungkin anakku tidak menyadarinya karena itu adalah hal yang dia senangi, tapi dia sudah belajar bermain peran, dan berwirausaha.

Tapi, ada nih satu tugas yang cukup berat ketika anak sudah asyik dengan squishy mainannya (apalagi kalau bermain home sale nya gabung dengan dua teman akrabnya), yaitu mengingatkan untuk tidak melalaikan shalat, dan tidak lupa belajar. Saat azan tiba, anakku harus selalu diingatkan. “Aura, ayo shalat dulu, setelah itu kalau mau main boleh main lagi. Kalau nggak shalat, berarti nggak boleh melanjutkan bermain karena syarat bermain squishy adalah tidak boleh melalaikan shalat!”. Harus tegas memang, tapi kami berdua sudah meyepakati aturan ini.

Baca Juga Berita-Berita Lampung 

(Rinda Mulyani)