![]() |
| Founder Ketofastosis Indonesia, Nur Agus Prasetyo memberikan seminar di Lampung, Minggu (3/12/2017). |
Ketofastosis? Pertamakali mendengar gaya hidup ketofastosis,
jujur saja saya nggak mudeng blas,
sama sekali nggak ngerti. Apa itu ketofastosis? Bagaimana pola hidup dan pola makan
yang diterapkan, benar-benar info baru bagi saya. Untungnya, pada Minggu
(3/12/2017), saya diundang oleh Mbak Afriyah yang akrab saya sapa Mbak Fia.
Oke, pag-pagi saya sudah datang ke LPMP Provinsi Lampung karena kegiatannya
digelar di aula LPMP.
Disana sudah ramai dengan peserta, serta
stand-stand makanan yang rendah karbo, seperti diabetasol, tropicana slim. Dan,
ternyata, semua produk makanan serta penganan yang dijual di stand sudah diolah
sedemikan rupa menjadi menu tanpa karbo atau disebut juga menu ketofay.
Ada
bubur dari olahan tepung konnyaku, mie dari shirataki, lontong dari olahan
agar-agar swallow yang diberi santan, kerupuk kulit, kerupuk usus, kopi tanpa
glukosa, olahan susu berupa kefir dan yogurt. Pokoknya, semua makanan ketofay
diolah menggunakan bahan makanan tinggi lemak dan protein sedang, dan ingat TANPA KARBO!
Nah, penasaran dong dengan pola hidup yang
satu ini, katanya pola hidup sehat, tapi kok tinggi lemak, protein sedang, dan
no carbo. Yups, selama seminar, aku berusaha konsentrasi menyimak penjelasan
langsung dari Founder Ketofastosis Indonesia,
Nur Agus Prasetyo yang akrab
disapa Mas Tyo.
Menurut Mas Tyo, gaya hidup ketofastosis
merupakan gabungan antara fastosis (puasa) dan ketosis (menjadikan keton (lemak)
sebagai bahan bakar utama bagi tumbuh). Menurut Mas Tyo, sebenarnya pola hidup
ketofastosis ini sudah diterapkan oleh manusia sejak zaman pra sejarah/zaman
es, dimana ketika itu manusia gua hanya mengonsumsi apa yang hidup di atas
tanah yaitu hewan, karena tidak ada tumbuhan yang hidup di zaman es.
Setelah makan, manusia pra sejarah kembali ke
gua, dan akan keluar lagi untuk berburu mencari makan setelah beberapa hari
hingga beberapa minggu.
Pola hidup manusia pra sejarah ini membuktikan daya
hidup (survival) yang luar biasa. Pola puasa yang dikuti dengan konsumsi makanan
tinggi lemak, protein sedang dan no carbo serta olahraga itu membentuk postur kuat (berotot), imun
kuat, serta daya hidup yang teruji hingga beberapa abad.
“Nah, kita lihat pola
hidup zaman sekarang, dimana kita dikepung dan diserbu oleh makanan tinggi
karbohidrat, glukosa, semua ada di mana-mana. Apa dampaknya bagi kesehatan
manusia? Obesitas, penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, kolesterol,
jantung, tumor, kanker, macam-macam. Itu penyebabnya apa? Karena manusia modern
tidak bisa mengontrol mulutnya, ngunyah terus, ngunyah lagi, jadi kunci hidup
sehat itu di Fasting (puasa),” ujar Mas Tyo.
Menurut dia, walaupun kita mengonsumsi makanan
yang dinilai sehat, tapi dimakan secara berlebihan, dampaknya tetap tidak
sehat. Karena itu, lanjutnya, pola puasa ini digabungkan dengan ketogenik yaitu
menjadikan keton (lemak) sebagai sumber bahan bakar utama bagi tubuh.
“Untuk menjadikan keton sebagai bahan bakar
untuk menghasilkan energi bagi tubuh, glukosanya harus dihilangkan dulu,
kenapa? Karena jika darah kita masih tinggi gula, maka tubuh akan mengambil
gula sebagai sumber energi sebab itu yang paling mudah dipecah menjadi ATP atau
energi.
Ini lah pentingnya fasting untuk menurunkan gula dalam darah sehingga
insulin ikut turun, jika insulin turun, tubuh akan merespon dengan
memerintahkan lever menghasilkan keton
untuk kemudian diolah menjadi energi, inilah yang disebut ketofastosis,”
ujarnya.
Lalu, apakah bahaya jika gula darah rendah? Dan
menusia tidak mengkonsumsi gula dari luar, dari makanan? Mas Tyo menjelaskan,
karbohidrat merupakan salah satu nutrisi non essensial, tidak essensial diambil
dari makanan karena dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Menurut dia, jika
tubuh tidak memasukkan karbo/gula dari luar (makanan), maka lever akan
menghasilkan gula sesuai kebutuhan tubuh.
“Inilah bedanya gula yang dikonsumsi dengan
gula yang dihasilkan tubuh karena tubuh pasti akan menghasilkan gula sesuai
kebutuhan, sedangkan kita selalu mengikuti selera, bukan kebutuhan, ahh enak
nih, makan karbo, enak nih, makan karbo lagi, padahal itu sudah berlebih dalam
tubuh, tetap saja makan. Akhirnya, gula berlebih dalam darah akan diolah
menjadi lemak untuk disimpan di jaringan bawah kulit,” tuturnya.
Jika manusia masih saja mengonsumsi karbo
dalam kondisi gula darah yang sudah berlebih, maka lama kelamaan insulin akan
kecapean, dan akhirnya gula dalam darah tinggi, konsekuensinya oksigen dalam
darah turun, dan ini akan berdampak kepada buruknya respirasi sel. Inilah yang
kemudian menyebabkan berbagai penyakit degeneratif dan sindrom metabolisme.
Mas Tyo memaparkan beberapa perbedaan sumber
energi dari gula dan keton. Menurut dia, orang yang menjadikan glukosa/karbo
sebagai sumber energi akan merasakan pusing, mual, gelap, lemas, dan perut
perih jika gula darah turun.
“Ini memang gejala metabolisme yang terjadi
saat gula darah rendah. Berbeda dengan keton, bagi mereka yang sudah menerapkan
gaya hidup ketofastosis, tidak akan pernah merasakan sindrom metabolisme
seperti itu, sebaliknya, semakin tubuh dibawa bergerak, berolahraga justru
semakin segar, semakin fresh, semakin fit, itulah pembakaran keton. Jadi, ada
tiga hal yang tidak boleh dilepaskan dari gaya hidup ketofastosis yaitu puasa,
ketosis, dan olahraga,” katanya.
Beberapa anggota Ketofastosis Indonesia dan
Lampung memberikan testimoni tentang manfaat ketofastosis terutama dalam
mengatasi penyakit regeneratif yang mereka alami. Ubaidillah misalnya yang
awalnya memiliki masalah obesitas dengan berat badan 108 kilogram, selama
beberapa bulan menerapkan pola hidup ketofastosis berat badannya stabil di 65
kilogram.
Tidak hanya itu, penyakit gatritis kronis yang
sudah lama dia idap, secara perlahan mengami penyembuhan, termasuk masalah
sendi yang selama ini dia alami dengan kehilangan kemampuang menggenggam. “Dulu,
kalau gatritis kambuh, bisa diopname karena sesak didada, panas, susah
bernafas, tapi sekarang Alhamdulilah saya sudah lepas dari semua keluhan itu.
Ini dulu jemari tangan kanan saya ini tidak bisa dikepal, sekarang saya sudah
bisa mengenggam,” ujar Ubaidillah.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Ketofasosis
Lampung, Arif Wahyudi mengatakan komunitas ini dibangun untuk saling
menguatkan, saling berbagi dan saling sharing menu serta nutrisi haris yang
harus dikonsumsi. Menurut dia, dulu menu ketofastosis sulit didapatkan, harus
di pulau jawa dan harga mahal. Namun, sejak berdirinya komunitas tersebut,
sudah banyak anggota yang kreatif melakukan olahanan makanan bagi para ketofay.
“Jadi, komunitas ini juga berfungsi untuk
menyediakan nutrisi dan olahanan makanan bagi para ketofay,” kata Arif Wahyudi.
Selain itu, lanjutnya, menerapkan gaya hidup ketofastosis di zaman modern
sangat berat, tidak jarang, para ketofay dibully baik di dunia nyata maupun di
dunia maya. Untuk itu, komunitas ini menjadi salah satu wadah untuk curhat dan
saling menguatkan agar para ketofay tidak kembali ke pola hidup yang lama. “Ketofastosis
ini gaya hidup, jadi ini pilihan, sama seperti vegetarian misalnya, maka harus
konsisten selamanya,” kata dia.
Seharian mengikuti seminar Ketofastosis Solusi
Penyakit Metabolisme dan Degenaratif memberikan banyak wawasan dan pemahaman
tentang tren gaya hidup yang satu ini. Kembali ke diri sendiri, hehehe, kuat
nggak ya? Ntar dulu deh, kalau low carbo
sih aku sudah terapkan !
(RINDA MULYANI)

5 komentar
Masih jd perdebatan sih.
Tapi suamiku nyobain, selain BB berkurang jg udah ngrasa jd lbh sehat skrng dibanding dulu
Iya mbak Aprillia, sebagian besar yang mencoba ketofastosis merasakan dampak kepada kesehatan tubuh mereka. tapi aku sendiri masih nggak kuat untuk benar-benar no carbo,hehehe
Wahhh udah lama aku penasaran sama ketofastosis mbak.. Jadi ada gambaran setelah tulisan ini.. Model2 saya sih emmmmmmm.. Pengen sih.. Tapiiii.. Ntar ga bisa makan baso sony berarti yaa..xixiixix
di lampung ada paguyuban ketofastosis mbak, komunitas ini udah bikin bnayak menu, justru kalau bakso mah lebih enak karena tepungnya dikit, isinya daging dan lemak, tepungnya diganti dengan agar-agar swallow, terus dikasih telur. kalau tertarik, coba aja cari di facebokk akun Afriyah Fia, salah satu pengurus Paguyuban Ketofastosis Lampung...:D
Syarat2 nya apa aja mbak
EmoticonEmoticon