Showing posts with label destinasi. Show all posts
Showing posts with label destinasi. Show all posts

Wednesday, 27 December 2017

Tips Liburan Nyaman Naik Mobil

Tips agar Liburan Nyaman menggunakan mobil
Tips Liburan Nyaman Naik Mobil :
Taruh barang bawaan di rak barang atas mobil.

Tips liburan nyaman naik mobil penting diikuti karena inti dari liburan adalah rekreasi, menyegarkan pikiran, menjalin silaturahmi, dan bergembira bersama keluarga.
Nah, memasuki akhir tahun yang bersama dengan liburan sekolah, beberapa diantara kita sudah ada yang merencanakan untuk liburan ke luar kota atau lintas provinsi ke tempat kakek-nenek atau sanak keluarga. Ada juga yang berlibur ke luar kota  mengunjungi lokasi-lokasi wisata favorit.

Jangan sampai acara liburan menjadi kurang menyenangkan karena perjalanan yang jauh dan lama yang tidak nyaman. Beberapa hal ini dapat Anda lakukan agar liburan panjang benar-benar menyenangkan bersama keluarga. Berikut ini tips liburannyaman naik mobil :

1. Servis mobil

Pastikan mobil yang akan dibawa untuk perjalanan jauh berlibur ke luar kota atau provinsi sudah dalam keadaan baik. Servis mobil ke bengkel resmi, ganti oli, pastikan rem dalam kondisi baik, lampu sein berfungsi baik, lampu besar, kaca spion bersih dan jernih. Pokoknya servis semaksimal mungkin, termasuk memastikan AC dingin, radio dan pemutar CD musik berfungsi semua.

2. Usahakan penumpang lebih sedikit dari kapasitas mobil

sangat penting, apalagi jika perjalanan yang ditempuh memakan waktu satu hingga dua hari. Usahakan membawa penumpang lebih sedikit dari kapasitas mobil sehingga perjalanan lebih nyaman, misalnya untuk mobil kapasitas delapan orang, sebaiknya diisi oleh enam orang saja.

Kondisi yang lapang memungkinkan gerak badan lebih leluasa seperti menjulurkan kaki, memiringkan badan, dan menyetel kursi mobil untuk posisi tidur. Penumpang yang penuh, akan membuat perjalanan kurang nyaman, karena gerakan tubuh yang terbatas dan sempit. Jika anggota keluarga memang banyak, maka sebaiknya bawa dua mobil.

3. Tempatkan barang bawaan di atas mobil

Sediakan rak barang di atas mobil untuk menempatkan barang-barang yang tidak dipakai selama perjalanan, misalnya pakaian selama liburan. Pisahkan pakaian atau alat mandi yang akan digunakan selama perjalanan, taruh di bagasi. Usahakan bawah kursi dan samping kursi bebas dari tas dan barang bawaan supaya lapang dan nyaman.

4. Bawa obat-obatan

Bawa kotak obat yang sudah diisi lengkap dengan obat-obatan yang dibutuhkan anggota keluarga. Beli obat-obatan umum yang dijual bebas di apotik yang tidak menggunakan resep dokter, seperti obat anti mabuk, obat diare, obat batuk pilek, penurun demam, obat luka, perban, alkohol pembersih luka. Jangan lupa untuk membawa obat khusus jika ada anggota keluarga yang mengindap penyakit tertentu, misalnya obat asma, alergi, atau obat diabetes.

5. Bawa tisu basah anti bakhteri

Tisu basah akan sangat dibutuhkan saat bangun tidur untuk mengelap wajah, leher, dan tangan sebelum makan camilan. Saat perjalanan di mobil, tidak sempat membersihkan wajah dengan pembersih, maka tisu anti bakhteri ini bisa digunakan untuk menghilangkan debu atau keringat selama perjalanan.

6. Bawa minuman dan camilan favorit

Bawa  minuman mineral gelas satu dus supaya praktis dan tidak ribet. Siapkan camilan favorit Anda yang sulit didapatkan di toko kue atau mini market. Untuk camilan yang mudah didapatkan di mini market beli secukupnya saja agar mobil tidak terlalu penuh dengan bungkusan camilan. Perkirakan jumlah snack yang dibutuhkan selama beberapa jam perjalanan sampai di daerah tertentu yang terdapat mini market untuk mampir membeli camilan lagi.

Namun, bagi Anda yang suka masak dan mengolah camilan, ada baiknya buat  camilan basah dan kering sendiri, lalu kemas dalam kemasan bersih dan streril.

7. Usahakan dua sopir

Jika perjalanan cukup jauh seperti keluar provinsi yang membutuhkan perjalanan 1-2 hari, usahakan ada dua sopir, misalnya bergantian suami dan istri, atau mengajak saudara yang bisa menyetir mobil. Ini lebih aman bagi perjalanan Anda karena sopir tidak terlalu lelah dan capek sehingga terhindar dari bahaya kecelakaan selama di perjalanan.

Jika tidak memungkinkan ada dua sopir, maka perbanyak tempat pemberhentian, misalnya siang berhenti shalat zhuhur, sore berhenti shalat Ashar, dan jika perjalanan malam cukup rawan, ada baiknya mencari penginapan yang murah di salah satu kota yang dilewati.

8. Bawa uang tunai secukupnya

Siapkan uang tunai secukupnya, ini dibutuhkan saat Anda ingin membeli jajanan atau makan di restoran.

9. Aktifkan GPS atau Google Map

Pastikan baterai android atau smarphone Anda sudah tercash penuh sehingga Anda mengaktifkan GPS atau Google Map untuk membantu kelancaran perjalanan. GPS sangat dibutuhkan ketika terjadi kemacetan untuk mencari jalur elternatif, atau ketika ada perbaikan jalan yang mengharuskan Anda melewati jalur lain.  Jangan lupa bawa power bank agar hp Anda selalu dalam keadaan aktif.

Dengan mengikuti tips liburan nyaman naik mobil ini, diharapkan liburan bersama keluarga dapat memberi energi baru untuk menghadapi rutinitas kerja dan sekolah setelah liburan usai.





Thursday, 21 December 2017

Tarian Eksotis Lumba-Lumba Teluk Kiluan

lumba-lumba teluk kiluan
Pengunjung sedang menyaksikan segerombolan lumba-lumba
melintas di Teluk Kiluan. Foto :1.bp.blogspot.com.

Sunrise di ujung laut Teluk Kiluan masih menyisakan jingga di langit Pekon Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tanggamus. Dari kejauhan nampak beberapa titik oranye yang berayun karena dimainkan ombak. Itulah jukung atau perahu ketiting berupa perahu kayu kecil yang membawa para wisatawan melaju mendekati laut dalam Teluk Kiluan untuk menyaksikan atraksi lumba-lumba di laut lepas.

Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus memang menjadi salah satu wisata andalan di Provinsi Lampung. Teluk ini menjadi jalur migrasi lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) dan lumba-lumba Paruh Panjang (Stenella Longirostris). Bahkan, beberapa nelayan juga kerap melihat lumba-lumba paus martir melintas disana.

Jika ingin bertemu dan menyaksikan tarian eksotis lumba-lumba di Teluk Kiluan, maka para pengunjung harus menginap satu malam di desa Kiluan Negeri, Kelumbayan. Sebab, gerombolan lumba-lumba ini hanya akan muncul di pagi hari sekitar pukul 06.00-08.00 WIB. Jika sudah lewat jam tersebut, maka mamalia yang dikenal paling bersahabat dengan manusia ini sangat sulit dijumpai.

Jika belum beruntung bertemu dengan lumba-lumba, tidak usah kecewa karena alam Kiluan sangat indah. Pantainya  memiliki putih dan bersih, serta terdapat spot untuk snorkeling. Bahkan, pengunjung juga bisa melanjutkan wisata ke Laguna Gayau atau kolam renang alami yang terletak di balik bukit Teluk Kiluan. Untuk sampai di spot Laguna Gayau dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit karena letaknya berada tepat di belakang bukit Teluk Kiluan.

Laguna Gayau terbentuk oleh cekungan di tepi pantai dan dibatasi oleh dinding-dinding batu karang. Air di dalam laguna berwarna biru kehijauan, bening hingga pandangan bisa menembus hingga ke dasar. Kedalaman laguna berkisar 1-3 meter sehingga aman untuk berenang ataupun sekedar berendam didalamnya.

Transportasi ke Teluk Kiluan

Wisata Teluk Kiluan berjarak sekitar 80 km dari kota Bandar Lampung, dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan menggunakan mobil. Dulu, perjalanan ke Kelumbayan bisa mencapai 4 hingga 5 jam karena kondisi jalan yang rusak parah, dan beberapa masih tanah merah. Namun, kini dapat ditempuh lebih cepat karena sudah dilakukan pembangunan dan perbaikan jalan. 

Sayangnya, saat ini mulai muncul lubang-lubang besar di tengah jalan. Jika berkendaraan ke Kiluan dianjurkan dengan kecepatan santai dan lebih waspada agar tidak terperosok lubang.

Pengunjung juga dianjurkan untuk membawa bekal dari rumah atau dibeli di luar lokasi karena saat di desa Kiluan Negeri sulit menemukan warung atau toko sembako. Bawa bekal snack dan minuman mineral secukupnya.

Lumba-lumba mendekati perahu nelayan. Foto : lampost.co


Penginapan

Penginapan di Teluk Kiluan bervariasi, ada yang berlokasi di pinggir pantai dengan harga yang lebih mahal, tapi juga ada yang berlokasi di sisi bukit Desa Kiluan Negeri. Harga penginapan berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu sesuai luas dan jumlah kamar. Bahkan, pengunjung bisa menyewa cottage yang memiliki dua kamar dan satu ruang tamu seharga Rp400 ribu, sehingga bisa dijadikan tempat menginap satu keluarga. Pada akhir pekan atau musim liburan sebaiknya booking penginapan terlebih dahulu agar tidak kehabisan.

Namun, jika penginapan penuh, Anda tidak perlu khawatir, datangi saja RT setempat untuk menanyakan warga yang menyediakan penginapan bagi pengunjung karena beberapa warga menyediakan kamar untuk disewa. Bahkan, warga juga menyediakan makanan dengan menu ikan bakar dengan tarif Rp20.000 per/porsi. Cita rasa ikan di Teluk Kiluan berbeda dengan ikan-ikan yang Anda makan di restoran, disini lebih manis dan gurih karena diolah langsung setelah ditangkap nelayan.

Beberapa cottage juga menawarkan tarif paket wisata kepada pengunjung, yaitu paket menginap 1 malam seharga Rp450 ribu, itu sudah biaya menginap, dolphin tour, pantai laguna, pulau kelapa, pasir putih, penyeberangan menuju Teluk Kiluan, life jacket, snorkeling, guide dan makan 3 kali. 

Sedangkan untuk paket menginap 2 malam seharga Rp850 ribu, berupa cottage, dolpihin tour 2 kali, pantai laguna, pulau kelapa, snorkeling, penyeberangan, life jacket, fotografer, BBQ 1 kali, makan 6 kali, dan guide.
 
Sekilas Teluk Kiluan

Teluk Kiluan sudah menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara sejak 1995, disaat masyarakat Lampung sendiri belum menyadari memiliki potensi wisata eksotis di kawasan tersebut. Ketika itu akses menuju Teluk Kiluan juga sangat sulit, masih tanah merah, berbatu dan melewati jalan kecil dengan tebing curam. 

Sekitar 2004, barulah objek wisata ini mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik. Pemerintah kabupaten juga mulai melirik potensi destinasi bahari ini dengan membangun jalan menuju Kiluan dan mempermudah akses transportasi ke Teluk dengan habitat lumba-lumba terbesar se Asia Tenggara ini. (M-1)

Wednesday, 20 December 2017

Mengejar Ombak di Pantai Tanjung Setia

Pantai Tanjung Setia
Seorang peselancar melakukan aktifitas surfing
di Pantai Tanjung Setia, Krui, Lampung Barat. Foto : lampost.co

Pertamakali menginjakkan kaki di pasir putih Pantai Tanjung Setia, Krui, Lampung Barat, mata saya terpana melihat pasir putih yang bersih dan gulungan ombak yang berkejaran menuju bibir pantai. Beberapa turis telanjang dada menenteng papan surfing berjalan santai menuju spot yang menghasilkan gelombang minimal setinggi 4 meter.

Salah satu turis asal Australia yang saya temui mengaku sudah menjadikan Tanjung Setia langganan untuk liburan surfing sekali setahun. Menurutnya, dia sudah pernah mencoba surfing di beberapa tempat wisata di Indonesia, termasuk di Bali. “Gelombang disini tidak kalah bagus dengan di Bali, untuk surfing minimal tinggi gelombang 4 meter, di Pantai ini, pada pertengah tahun ombaknya bisa sangat tinggi sampai 7 meter,” ujarnya. 

Dia mengaku memilih berwisata ke Pantai Tanjung Setia hanya disaat ombak bagus karena tujuannya untuk surving. Para peselancar manca negara yang mengejar ombak di Pantai Tanjung Setia akan menginap 3-5 bulan hanya untuk melakukan hobi mereka menaklukkan ombak.

Ketinggian Ombak Bervariasi 

Pantai Tanjung Setia berada di jalur arus besar Samudera Hindia, hal ini menjadikan ombaknya cukup stabil. Ombak pantai ini akan mencapai ketinggian tertinggi di sekitar bulan April hingga Agustus. Pada waktu tertentu, ombaknya bisa mencapai tinggi 7-18 meter, dengan panjang mencapai 200 meter. Pantai ini juga pernah menjadi lokasi pilihan penyelenggaraan even Kejuaraan Surfing International Krui Pro 2017 pada April lalu.

Pantai Tanjung Setia juga menjadi pilihan yang tepat bagi peselancar pemula karena ketinggian ombak yang bervariasi pada spot-spot tertentu, ada yang 3 meter, 4 meter, dan 5 meter. Biasanya para pemula cukup dengan ombak setinggi 3 meter. Untuk mendapatkan alat selancar seperti sepatu, papan selancar, serta pakaian surfing sangat mudah. Di sekitar pantai Tanjung Setia banyak kedai-kedai kecil yang menjual alat surfing dan diving, dan snorkeling. 

Baca juga : Diantara Keheningan Hutan Bukit Barisan

Transportasi Menuju Lokasi

Jarak dari ibu kota Provinsi, Bandar Lampung ke Tanjung Setia cukup jauh yaitu sekitar 273 kilometer, jika diakses menggunakan angkutan umum atau mobil membutuhkan waktu sekitar 6—8 jam. Makannya, kalau ingin berwisata ke Pantai Tanjung Setia, sebaiknya sediakan waktu sekitar satu minggu sehingga bisa menikmati wisata bahari Krui ini dengan puas.

Spot Snorkeling dan Diving
Pantai ini tidak hanya menjadi incaran para peselancar lokal dan manca negara, tapi juga diserbu wisatawan yang ingin menikmati keindahan sunset, bermain pasir, atau berenang di pinggir pantai. Tapi hati-hati lo ya mencari lokasi berenang, karena pinggir pantai Tanjung Setia terdapat banyak karang yang cukup tajam.

Saya pernah berenang dengan asyiknya, setelah beberapa menit keluar dari air laut, baru terasa pedih di telapan kaki, dan ternyata ada beberapa bagian yang robek karena menginjak karang tajam, hik..hik..hik.

Para  wisatawan juga bisa melakukan aktifitas snokeling dan diving pada spot-spot tertentu. Tidak usah khawatir mencari spot yang bagus, biasanya penginapan sudah menyediakan pemuda sekitar yang berprofesi sebagai guide atau pemandu wisata.

Pemuda setempat menjadi guide wisata peselencar manca negara.
Foto : lampost.co


Kuliner

Kuliner di Tanjung Setia terus berkembang. Setiap tahun, kunjungan wisatawan terus bertambah. Ini juga mendorong tumbuhnya sentra kuliner di Tanjung Setia. Selain variasi menu yang dapat Anda pesan di hotel atau tempat penginapan Anda, juga banyak rumah makan yang tumbuh di sekitar lokasi pantai dengan variasi menu nusantara, dan manca negara.

Baca Juga : Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Tegal

Namun, kuliner  yang paling berkesan tentunya menikmati menu khas Lampung Barat yaitu Sop Ikan Blue Marlin atau disana dikenal dengan nama Sop Ikan Tuhuk. Sebagian besar rumah makan di Tanjung Setia juga menawarkan ikan laut segar yang siap diolah, bisa dibakar, digoreng, dipepes, atau diolah dengan saus sambal.

Penginapan

Di sepanjang pinggir Pantai Tanjung Setia terdapat penginapan, cottage, losmen, hingga hotel. Anda bisa memilih tempat menginap yang dapat disesuaikan dengan kocek Anda. Bahkan, beberapa warga yang memiliki rumah atau lahan di sekitar lokasi juga menerima sewa menginap bagi para wisatawan. Harga penginapan yang ditawarkan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 250.000 aja per malam.

Ini beberapa hotel yang dapat Anda jadikan referensi untuk menginap selama liburan di Tanjung Setia:
Hotel Jembar Manah
Alamat: Jalan Raya Pasar Liwa
telepon: + 62-728-21012

Hotel Karang Nyimbor
Alamat: Jalan Raya Tanjung Setia, Pesisir Selatan, Biha

Hotel Permata
Alamat: Jalan Raya Way Mengaku, Liwa
telepon: + 62-728-21022
Hotel Pesagi
Alamat: Jalan Raya Sebarus, Liwa
Telepon: + 62-728-21252

Wisma Silalapai
Alamat: Jalan Raden Intan No.1 Liwa
telepon: + 62-728-21750

Kepalas Losmen
Alamat: Krui
Telepon: +62 828 721 1215




Diantara Keheningan Hutan Bukit Barisan Selatan

Sepanjang perjalanan menuju Rhino Camp, di Patok Seket, Lampung Barat, mata saya tidak bisa lepas memandang pohon-pohon besar yang berusia ratusan tahun. Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terbentang mulai dari Tanggamus hingga ujung Lampung Barat merupakan hutan hujan tropis yang rindang dan subur. 

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Hutan TNBBS menjadi habitat bagi bunga Bangkai Raksasa atau Raflesia Anoldi.
Foto : jejakbocahilang.files.wordpress.com
Saya melakukan perjalanan ini bersama teman yang sama hobi traveling, beberapa waktu lalu. Dari Bandar Lampung, kami berangkat pagi, jarak dari Bandar Lampung sekitar 130,1 kilometer melalui Jalan Lintas Barat Sumatera. Untuk mencapai lokasi Rhino Camp, di Patok Seket, Lampung Barat, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam 30 menit.

Kami meluncur menggunakan mobil partroli milik Polisi Hutan yang bertugas menjaga keamanan TNBBS. Ditemani oleh beberapa petugas dari Balai Besar TNBBS, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali banyak hal tentang Tapak Warisan Dunia penyumbang oksigen terbesar ini. “Jadi, tidak hanya kita yang wajib menjaga hutan TNBBS ini, tapi juga seluruh dunia karena jika hutan ini rusak, maka sekitar 1/3 oksigen dunia akan berkurang,” ujar pria berbadan tegap tersebut.

Baca Juga :  Ayo Liburan ke Taman Nasional Way Kambas 

Mobil terus melaju kencang di tengah keheningan hutan barisan selatan. Wajah saya tengadah berupaya mencapai puncak pepohonan tua yang menjulang tingggi. Saya segera mengedipkan mata saat sinar mentari menyebul dari balik dedaunan pohon-pohon raksasa tersebut.

Pohon-pohon di TNBBS ada yang sudah berumur puluhan
hingga ratusan tahun. Foto : pedomanwisata.com

Sampai di Rhino Camp, kami disambut Pak Sutrisno. Kami tidak bisa beristirahat lama-lama karena harus segera masuk hutan sebelum senja. Hanya berjalan sekitar 10 meter dari camp, ada tiga bunga Raflesia anoldi yang sedang mekar, sedangkan sekitar lima lainnya berupa putik bulat seperti bola basket.

Menurut Pak Sutrisno,  bunga bangkai raksasa itu mulai ditemukan di sekitar daerah Patok Seket sejak 1990. Saat curah hujan tinggi, bunga Raflesia yang mekar bisa mencapai 140 hingga 150 bunga. Hutan TNBBS telah menjadi habitat alami bagi perkembangan biakan raflesia anoldi.

Kami meneruskan perjalanan sekitar 5 meter dari bunga Raflesia tersebut, dan disana terdapat habitat tanaman kantong semar. Saat saya memetik salah satu kantong semar, Pak Sutrisno langsung mengingatkan saya untuk tidak meminum air yang ada di dalam kantong semar tersebut. “Hati-hati mbak, jangan diminum, coba lihat dulu, itu sudah terbuka daunnya, berarti airnya sudah beracun, kalau diminum akibatnya bisa fatal,” ujar Pak Sutrisno yang kontan membuat saya kaget dan membuang kantong semar yang saya petik.

Namun, Pak Sutrisno malah tertawa dan mencari kantong semar yang masih tertutup rapat, lalu meneguk air dalam kantong tersebut. “Nah, kalau kantong semar muda seperti ini, airnya masih bersih dan tidak beracun,” tuturnya sambil menawarkan kepada saya satu kantong semar muda. “Hehehe, nggak usah Pak,” ujar saya sambil beringsut mundur.

Usai berkeliling di sekitar hutan Rhino Camp, kami kembali ke pinggiran hutan TNBBS. Dalam perjalanan pulang, Pak Sutrisno meminta kami berhenti, dan dia memotong kayu berwarna merah yang menggelantung di sebuah pohon besar. “Ini namanya akar merah. Coba lihat, airnya banyak dan jernih,” kata dia. Glek..glek..glek.. Pak Sutrisno mengarahkan potongan akar merah ke mulutnya dan meneguk air langsung dari kayu merah itu. Kami juga diberi masing-masing satu potong akar merah. Hmm, benar, airnya dingin dan segar.

Kekayaan Flora Fauna TNBBS       

Hutan TNBBS sangat luas, sekitar 356.800 hektare, terdapat di Bengkulu seluas 88 ribu hektare, dan di Lampung seluas 290.800 hektare. Di Lampung, lahan TNBBS juga  dibagi menjadi dua wilayah yaitu di Kabupaten Tanggamus seluas 10.500 hektare dan di Lampung Barat 280.800 hektare. Kekayaan hutan TNBBS sangat luarbiasa.

Di hutan-hutan TNBBS terdapat lebih dari 300 jenis burung atau aves, 9 jenis primata seperti lutung, siamang, owa, beruk, monyet ekor panjang, bahkan di TNBBS juga ada kera terkecil di dunia yang termasuk jenis kera buku atau Tarsius bancanus. Kera ini aneh dan unik, matanya bulat besar seperi burung hantu dan kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat. Kera ini aktif di malam hari, kalau siang hari tidur dan istirahat. Hutan ini juga menjadi habitat sekitar 90 mamalia  seperti gajah, harimau sumatera, badak, beruang madu, dan lainnya.

Adventuring naik gajah masuk hutan TNBBS.
Foto : dinaspariwisata.lampungprov.go.id

Jika ingin merasakan petualangan patroli naik gajah mengelilingi hutan TNBBS, Anda bisa mendatangi Resor TNBBS Pemerihan, Lampung Barat. Disini ada beberapa gajah yang dilatih untuk melakukan patroli mengawasi 17.500 hektare hutan TNBBS di daerah Pemerihan. Elephant Patrol yang dibentuk sejak 2009 tersebut juga berfungsi untuk mengusir gajah liar yang masuk ke kawasan penduduk.

Menjaga Kelestarian Hutan TNBBS

Untuk menjaga kelestarian hutan-hutan TNBBS, tim Balai Besar TNBBS bekerjasama dengan polisi kehutanan dengan melakukan patroli rutin masuk ke pos-pos penjagaan di tengah hutan. Petugas patroli hutan dibekali senjaga semi otomatis jenis PN1A1 yang dapat digunakan sesuai prosedur saat menghadapi pemburu liar da perambah hutan yang bersenjata locok atau rakitan.

“Kami dari Balai Besar TNBBS juga melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan ini. Karena itu sekarang ada perhutanan sosial, dimana masyarakat boleh membudidayakan tanaman hutan di demplot yang sudah disediakan,” ujar salah satu petugas TNBBS.

Dia memaparkan, saat ini sudah ada demplot tanaman anggrek dengan 130 jenis anggrek hutan yang ditemukan di hutan TNBBS. Masyarakat juga mengembangkan demplot tanaman obat, seperti pasak bumi dan akar merah.

Beberapa Peraturan Masuk TNBBS

Untuk masuk ke TNBBS harus mendapatkan izin resmi dari Balai Besar TNBBS yang berkantor di Jalan Ir H Juanda Nomor 19 Km 1, Kota Agung, Tanggamus. Beberapa hal yang harus dipahami adalah :

1.    Berdasarkan peraturan pemerintah No.59 tahun 1998, setiap pengunjung/ kendaraan yang masuk wilayah TNBBS harus membayar pintu masuk dan biaya lainnya yang sesuai.

2.    Para peneliti harus menyerahkan proposal penelitian dan dilengkapi dengan surat referensi surat lamaran dari instansi terkait. Selama penelitian, mereka akan didampingi oleh petugas TNBBS. Peneliti harus menyerahkan salinan laporan penelitian.

3.    Bagi peneliti yang ingin mengambil sampel spesimen organisme yang dilindungi harus mendapatkan izin khusus dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA).

4.    Pengunjung dengan tujuan pencitraan atau mengambil film / video harus mengajukan permohonan tertulis kepada kepala TNBBS dilengkapi dengan sinopsis. Selama produksi, TNBBS akan mengawal proses, dan salinan video / film harus diserahkan.

5.    Waktu paling lama tinggal bagi wisatawan adalah tujuh (7) hari.

Untuk penginapan bisa di Rhino Camp, Resor TNBBS Pemerihan, atau rumah warga di pinggiran hutan TNBBS agar Anda benar-benar merasakan petualangan sejati sebagai seorang traveller.

(Rinda Mulyani)

Tuesday, 19 December 2017

Wisata di Lampung ? Ayo Liburan Ke Taman Nasional Way Kambas !

Bermain bersama anak gajah di Way Kambas. Foto : Ikhsan Dwi Nur Satrio

Ingat Gajah, Ingat Lampung. Yups, salah satu Wisata di Lampung yang wajib dikunjungi adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Satwa langka yang dilindungi ini menjadi salah satu ikon satwa di Lampung karena Lampung memiliki Sekolah Gajah (Pusat Latihan Gajah) atau Pusat Konservasi Gajah (PKG). Taman perlindungan gajah yang berdiri sejak 1985 ini berada tepatnya berada di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Lampung, Indonesia.

Tapak Warisan Dunia ini menempati area hutan seluas 130.000 hektare, memiliki empat tipe ekosistem utama yitu ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem hutan rawa, ekosistem mangrove, dan ekosistem hutan pantai.

Berdasarkan daerah penyebaran satwa, TNWK memiliki fauna langka, diantaranya jenis mamalia seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Tapir, Rusa, Kijang, Beruang Madu, Macan Dahan dan lain-lain. Sedangkan jenis primata terdapat Lutung, Owa, Siamang. Juga ada jenis aves, dan burung.

TNWK juga menjadi habitat banyak flora eksotis, diantaranya Api-Api, Pidada, Nipah (Nypa fruticans), Gelam,  Salam, Rawang, Ketapang, Cemara Laut, Pandan, Puspa, Meranti, dan Ramin. Kekayaan flora, fauna, serta kegiatan TNWK dapat diakses lebih lengkap di  http://waykambas.org/

Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation dan Sumatera Rhino Sanctuary (SRS) yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah. SRS berhasil melakukan pengembang biakan badak melalui penangkaran semi in situ dengan kelahiran Andatu dan Delailah. Hutan TNWK juga dapat melahirkan badak di luar penangkaran.

Jalur Darat, Udara,  Pelabuhan

Jika Anda ingin Wisata di Lampung dengan melancong ke TNWK, akses transportasinya cukup mudah. Saat ini transportasi cukup lengkap, bahkan sudah ada Damri jalur perintis yang dapat mengantar wisatawan ke Taman Wisata favorit di Lampung ini. TNWK dapat dicapai melalui jalur darat dari Ibu Kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung melewati jalan lintas ke Metro dan Menuju Way Jepara dengan jarak sekitar 112 kilometer. Jika tidak macet di Kota Bandar Lampung dan Lampung Tengah, maka perjalan hanya membutuhkan waktu 2 jam, tapi jika macet bisa mencapai 3 jam perjalanan santai.



Dari Bandara Raden Inten II di Branti, Natar, Lampung Selatan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan darat dengan melewati jalur yang sama yaitu Metro hingga ke Way Jepara, Lampung Timur dengan perjalanan sekitar 2 jam.

Bagi pengunjung yang melalui jalur Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan akan melewati Panjang (Bandar Lampung-Sribawono (Lampung Timur)-Way Jepara (Lampung Timur) sekitar 4 jam perjalanan.

Lebih mudah lagi kalau Anda Wisata di Lampung dengan mengambil paket menginap dan traveling melalui hotel-hotel di Bandar Lampung yang saat ini menyediakan paket wisata untuk tamu-tamu yang menginap seperti di Hotel Sheraton, Hotel Novotel, dan Hotel Horison.


Berfoto bersama gajah. Foto : Rinda Mulyani

Proses Izin Masuk TNWK
Semua pengunjung yang ingin berwisata ke TNWK harus melapor dan mendapatkan Izin masuk di pintu gerbang Plang Ijo yang berjarak sekitar 9 km dari Pusat Konservasi Gajah. Khusus untuk izin penelitian harus mendapatkan izin dari tertulis dari petugas di Kantor Balai Besar TNWK berada di Jalan Raya Way Jepara, Labuhan Ratu Lama, Lampung, Telp. (0725) 44220.
Di pusat latihan gajah, pengunjung dapat menyaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.
Namun atraksi ini belakangan dihentikan oleh pengelola Balai Besar TNWK karena dinilai melanggar prikehewanan,hehehe. Namun, para pengunjung masih dapat menaiki gajah berkeliling di seputar hutan konservasi TNWK. Serta melihat petugas memandikan anak-anak gajah.
Salah satu yang menantang dari wisata ke TNWK adalah touring mengeliling hutan TNWK dengan naik gajah. Bagi para traveler yang suka tantangan dan alam, ini akan menjadi salah satu pengalaman yang memacu adrenalin Anda.
Penginapan
Selama berwisata di TNWK salah satu Wisata di Lampung yang favorit ini, Anda bisa menginap di  Satwa Sumatra Elephant Ecolodge, Way Kanan Resort, Pusat Pelatihan Gajah, Way Kambas National Park Camping Ground, dan YESTOYA Club House Hotel.
(Rinda Mulyani)




Monday, 2 October 2017

Kota Tua Jakarta Ditengah Hujan Yang Basah

Gerimis sepanjang Kamis (28/9/2017) hampir saja mengurungkan niat saya untuk menjelajahi Kota Tua Jakarta. Namun, Ayuk Hesma tetap bersemangat mengajak saya mengelilingi kota yang terletak di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat tersebut.  “Ayolah, yang mahal itu adalah menuntaskan rasa penasaran, tidak bisa dibeli pakai uang. Kamu jauh-jauh dari Lampung, belum pernah main ke Kota Tua, masa kalah sama hujan!”. 
Pengunjung bersepeda di lapangan depan Museum Fatahilan, Kota Tua Jakarta.
     Saya tersenyum kecut membayangkan jalan-jalan di tengah hujan, tapi semangat Ayuk Hesma yang ingin membahagiakan saya tidak mungkin ditolak. Biasa kualat! Baiklah! Akhirnya saya dipandu Ayuk saya yang baik hati itu naik kereta menuju Stasiun Kota Tua. Selama duduk di kereta, kami masih berharap, rinai akan berhenti saat tiba nanti. Namun, begitu turun di Stasiun Kota Tua, justru hujan semakin deras membasahi Jakarta. Sudah tanggung nih untuk mengundur perjalanan. Kami bergandengan tangan menyeberang ke gedung-gedung tinggi yang dipenuhi para penjaja suvenir dan cemilan.
     Luar biasa, ternyata hujan yang cukup basah tidak menyurutkan semangat para pedagang kecil di sepanjang jalan Kota Tua. Bahkan, pedagang gorengan tampak menikmati rezeki yang melimpah. Beberapa pegawai di gedung-gedung Kota Tua mengantri di sepanjang trotoar demi mendapatkan gorengan panas yang baru matang.

Kafe Batavia.
     Alhamdulillah, syukur itu terucap spontan saat menyusuri pinggir gedung-gedung yang menjulang tinggi. Ternyata ada kenikmatan yang dapat diungkapkan saat mengelilingi Kota Tua di tengah hujan yang basah.
Memasuki halaman depan Museum Fatahilah, terdapat tenda besar yang ramai dengan para pria berbadan tegap berkaus loreng. Saat mendekati tenda tersebut, kami baru tahu ternyata tenda besar yang didalamnya terdapat panggung dan sound system tersebut untuk persiapan wayang merayakan Ulang Tahun TNI. Lumayan, naungan tenda tersebut menjadi tempat mampir yang nyaman sambil menikmati suasana sore di Kota Tua.
     Museum Fatahilah ini dulunya adalah kantor Gubernur Ali Sadikin, lalu pada 30 Maret 1974 dijadikan museum yang langsung diresmikan oleh Ali Sadikin. Museum ini juga dikenal dengan nama Museum Jakarta yang menyimpan banyak sejarah tentang Jakarta seperti prasasti dan penjara bawah tanah.
     Tidak hanya saya dan Ayuk Hesma yang nekad menikmati gedung-gedung tua yang lestari, tapi ternyata ramai anak muda dan keluarga yang berekreasi di Kota Tua, termasuk para turis mancara negara. Rinai malah menjadi momen asyik yang pantas dinikmati. Mereka berpose dan berfoto di tengah rintik hujan. Berpose dengan latar Meriam Si Jagur, Cafe Catavia, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Keramik, hingga patung orang Jenderal Sudirman. (Mau Tahu Wisata-Wisata di Lampung?)

Patung hidup para pahlawan.
     Lapangan Fatahilah juga dimanfaatkan para pengunjung untuk bersepeda ria. Brukk, dua remaja putri jatuh dari sepeda saat berbelok karena kondisi jalan yang licin akibat hujan. “Hahaha, ayo naik lagi,” keseruan dan keceritaan mereka menyempurnakan senja di Kota Tua. Tidak semua pengunjung menyukai hujan. Sebagian ada yang menghangatkan diri di dalam kafe-kafe Kota Tua seperti Cafe Batavia, Cafe Historia, Cafe Djakarte, dan Cafe Bang Kopi. Kafe-kafe tersebut menyediakan berbagai minuman hangat dan makanan ringan hingga berat yang mengenyangkan perut.
     Terimakasih Ayuk Hesma, traveling hari itu menuntaskan rasa ingin tahu saya tentang wisata Kota Tua Jakarta. Hujan tidak mengurangi kenyamanan suasana di Kota Tua. Air dari langit tersebut justru memberi kesan tersendiri, menghadirkan keindahan yang tidak tergantikan. 

(RINDA MULYANI)