Kehadiran Ustad Abdul Somad di Lampung sudah lama saya tunggu-tunggu. Selama ini, saya selalu mengintai ceramah-ceramah Ustad Kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini melalui chanel You Tube.
Beberapa minggu sebelum acara saya sudah melihat flayer
tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam di
Lapangan Enggal, Bandar Lampung, pada Selasa (12/12/2017).
Kesempatan ini tentunya tidak saya sia-siakan.
Sore hari, saya sudah stanby di tenda yang terdapat di tengah lapangan. Maklum,
sejak sore Provinsi Lampung yang terkenal dengan sloga Sai Bumi Ruwa Jurai ini
sudah dibasahi oleh rinai.
Alhamdulillah, walau dari jarak jauh, tapi
soundsystem yang besar dan banyak menggelegarkan suara Ustad Abdul Somad dari
atas panggung.
Ceramah agama dimulai setelah shalat isya.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci, shalawatan bersama, dan dipimpin oleh
seorang anggota TNI, Ustad jebolan Al Azhar ini ikut bersama ribuan masyarakat
Lampung menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Di tengah hujan, Ustad Abdul Somad dan
masyarakat Lampung penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk
cinta kepada tanah air yang diperjuangkan para ulama dan pahlawan terdahulu.
Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad mengupas
tentang pentingnya pendidikan Islam bagi anak-anak sejak dini. Dia mengingatkan
para orangtua untuk memasukkan anak-anak ke sekolah agama, bisa ke sekolah
tsanawiyah, pondok pesantre, dan sekolah islam terpadu, SDIT, SMPIT, SMAIT.
“Untuk itu, bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang
ingin ikut memajukan pendidikan Islam, maka dirikan pondok pesantren, sekolah
islam terpadu, karena itulah bekal yang akan dibawa ke akhirat. Sedangkan harta
yang banyak di dunia ini (jika tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat )
maka tidak akan ada gunanya,” ujar dia.
Wakafkan tanah untuk kemajuan Islam, baik
untuk hotel syariah, sekolah Islam, bank Syariah. Ini akan menjadi amal
jariyah.
“Tapi bukan kayak kemarin, ada anak muda nanya sama saya pakai kertas,
Ustad Somad apa hukumnya pacaran syariah, itu tidak benar, jangan bawa-bawa
kata syariah pada perbuatan yang mungkar. Maka yang punya tanah, wakafkan
tanahnya untuk sekolah,” ujarnya.
Usai tablig akbar di Lampung, Ustad Abdul
Somad berharap banyak orang kaya yang mendatangi panitia untuk diwakafkan agar
dibangunkan sekolah. Agar tanah wakaf
tersebut jelas secara hukum, maka harus diurus ikrar wakafnya ke KUA sehingga tidak ada ana-anak dan
cucu-cucu di kemudian hari yang menuntut saat dibangun sekolah Islam.
“Jangan komersil,
ini daftar ulang Rp20 juta, anak siapa yang masuk kesana, buatlah sekolah yang
berkualitas dan terjangkau (oleh semua kalangan),” tuturnya.
(Rinda Mulyani)

EmoticonEmoticon