Showing posts with label Syiar Islam. Show all posts
Showing posts with label Syiar Islam. Show all posts

Wednesday, 27 December 2017

Ustad Abdul Somad Menangis Doakan TKI Hong Kong


Penolakan otoritas Hong Kong atas kehadirah Ustad Abdul Somad yang akan memberikan ceramah kepada para TKI di negara tersebut masih menjadi misteri. Hingga saat ini, Ustad Abdul Somad maupun KJRI Indonesia belum mendapatkan klarifikasi dan jawaban dari pemerintah Hong Kong tentang alasan di deportasinya Ustad Abdul Somad kembali ke Indonesia.

Akibat penolakan ini, Ustad Abdul Somad gagal memberikan ceramah agama. Sesuai agenda seharusnya Ustad Abdul Somad akan berada di Hong Kong selama tiga hari untuk memberi tausiyah kepada jamaah TKI Hongkong. Ustad Abdul Somad tiba di bandara Hong Kong pada pukul 15.00, Sabtu, 24 Desember 2017. 

Begitu keluar dari pesawat, sekitar 5-6 orang yang tidak berseragam langsung mengadangnya dan menarik dua asistennya, dayat dan Nawir yang ikut mendampinginya ke Hong Kong. Mereka diperiksa secara terpisah oleh petugas imigrasi setempat, kemudian memulangkan Ustad Abdul Somad dengan pesawat yang sama kembali ke Indonesia.

Mendapat musibah ini, Ustad kondang asal Riau ini tetap bersabar. Untuk menghilangkan kesedihan para TKI Hong Kong yang telah mengundangnya untuk berceramah di Hong Kong, maka Ustad Abdul Somad memberikan tausiyah singkat melalui streaming dan diupload oleh Channel Tafaqquh yang ditayangkan secara lengkap, tanpa dipotong-potong.

“Apa kabar para pahlawan-pahlawan devisa, semua baik-baik? Orang beriman itu ajib, menganggumkan. Semua yang terjadi dalam diri orang yang beriman itu mengagumkan. Seandainya yang terjadi itu menyenangkan hatinya, dia akan bersyukur, seandainya yang terjadi itu tidak sesuai dengan keinginannya, menyusahakan hatinya, maka dia bersabar,” ujar Abdul Somad melalui layar kamera yang ditayang live streaming dan didengar oleh puluhan jamaah TKI di Hong Kong.

Kalaulah memahami hidup itu seperti itu, ujar Abdul Somad,  tadak ada beda pujian dan cacian. Tidak ada beda antara berhasil dan tidak berhasil, karena semuanya adalah ujian dari Allah SWT. “Andai kemarin saya sampai, memberikan tiga tausiyah, kita bersyukur. Tapi kita hanya bisa memberikan tausiyah setengah jam dan saya kembali lagi, kita bersabar, dua-duanya baik. Mana yang lebih baik antara bersabar dan bersyukur? Mana yang paling ikhlas memnerima ketetapan Allah.”

Kalau kita sudah persiapkan segalanya, tapi terjadi musibah, maka kita bisa berkata Kadarullah (takdir Allah SWT). “Jangan kita sedih berlarutan baik saya sebagai ustad yg memberikan tausiyah dan saudari akhwat yang mentaja (menyelenggarakan) acara ini.  Insha Allah kita jangan pernah tobat untuk berbuat baik, tobat dari dosa ya, tobat dari maksiat ya, tapi jangan berhenti berbuat baik,” ujarnya. (Cara menghadapi orang zalim)

Dalam kajian udara itu, ustad Abdul Somad menyampaikan lima hal penting kepada para jamaah TKW Hongkong. Pertama bahwa segala yg terjadi dalam hidup ini ada dalam pengawasan Allah SWT. Jadi mulai lahir, sampai berjalan, remaja, menikah, punya anak, tua dan mati tidak ada yang luput dari tatapan pandangan Allah, maka jangan terlalu cemas menghadapi hidup, tetapi juga jangan terlalu pasrah, seimbang. “Kita tetap berusaha, tapi dibalik itu kita juga bertawakkal kepada Allah, seandainya terjadi hal-hal yg tidak diinginkan, tidak ada gundah gulana, dan risau.”

Kedua, lanjutnya, Saudari-saudari akhwat sekalian yang berada di Hong Kong harus menyadari bahwa tujuannya mencari nafkah, Hong Kong bukan tujuan akhir. Jangan sampai habis masa kerja, terus lagi, terus lagi.  Disana hanya tempat menanam padi, kita tanam, kita tuai, kita tumbuk, panen, kita pulang, kembalilah ke tanah air, disini ada suami dan anak-anak kita.

“Pahamilah ke sana ini mencari modal, jangan sampai salah memanage harta, jangan sampai setelah berhasil 3 tahun, pulang ke rumah, seperti orang kaya baru, beli tv besar, beli kulkas besar. Kenapa kita tidak hidup zuhud bersahaja, perbaiki rumah seperlunya, beli kulkas, tv, tapi jangan lupa untuk modal, buka ternak puyuh, buka warung. Karena harta ini sifatnya akan selalu kurang..kurang..kurang.”

Ketiga, ujar Ustad Somad, hukum aslinya perempuan itu di rumah, yang mencari nafkah itu suami. Namun, karena keterbatasan negara (menyediakan lapangan pekerjaan), (keterbatasan kemampuan) sumber daya manusia, dan sumber daya alam, apa boleh buat, daripada mati, atau berbuat maksiat, terpaksalah para perempuan mencari nafkah ke luar negeri.

“Jangan lupa menutup aurat, sebelum tidur malam wudhu dulu, shalat witir dulu, sehinga tidur dalam keadan suci sehingga malaikat melindungi kalian dari santet, protitusi, LGBT dan godaan lainnya. Maka terus kita jaga diri. Bangun pagi, bangun dulu, shalat dhuha, selama bekerja zikir, banyak-banyak shalawat,” tutur Ustad Lulusan Al Azhar ini.

Keempat, kata dia,  jaga komunitas jamaah. Kalau  orang-orang nakal (jahil) saja punya komunitas dan solid dengan jamaah mereka, kenapa penghuni-penghuni surga tidak berjamaah, maka jaga jamaah. Jangan pernah dengar omongan orang, karena semua ucapan-ucapan manusia ini kalau kita dengar, mereka hanya akan menyesatkan dari jalan Allah.

Minta lindung kepada Allah, baca surah An-Nas. “Jangan pernah lepas dengan komunitas, lawan malas, lawan kantuk, gabung dengan jamaah, kumpul baca yasin. (Surah yasin) di baca pada perkara yang sulit, maka Allah akan mudahkan.”

Kelima, bahwa hidup ini penuh dengan goncangan, ibarat kita diatas bahtera perahu, ombak keras, karang tajam, angin kencang. Kalau kita tidak punya pegangan akan terombang ambing, maka pergeganglah kepada Allah.
Berpegang kepada sahabat,  hari ini kawan besok lawan, berpegang pada harta akan binasa, berpegang pada jabatan akan habis masanya. Selalu bermohon kepada Allah, jangan diucapkan dengan mulut, tapi dalam hati.

“Mungkin tatap muka tidak diizinkan Allah, maka lewat streaming ini. Kajian-kajian tetap ada, channel yang asli dan tidak potong-potong, channel Tafaqquh. Kalau pun ada yang kawan-kawan yang mengupload lewat you tube, instagram, ambil yang baik-baiknya,” ujar Abdul Somad.

Lalu ustad Abdul Somad memanjatkan doa bersama para TKI Hong Kong. Dia mendoakan agar para tenaga kerja wanita  yang meninggalkan anak-anak, suami d an orang tua mereka demi mencari makan dikuatkan imannya oleh Allah. Ustad Abdul Somad juga mendoakan agar dibukakan pintu rezeki mereka oleh Allah, disehatkan anak-anak mereka, orang tua mereka, dan dikuatlah hati dan iman mereka agar tidak terjerumus kepada perbuatan dosa dan maksiat. Sepanjang membacakan doa, ustad Abdul Somad menangis, bahkan sempat tercekat menahan isak tangis dan berhenti sejenak.

“Ini adalah saudari-saudariku, hamba-hamba-Mu ya Allah, yang berjuang untuk mencari makan, hanya untuk mengais rezeki yang Engkau tebar kan setiap pagi. Jangan sampai mereka berputus asa kepada Rahmat Mu Allah, ketika mereka rindu dengan anak-anak mereka, kuatkan mereka dalam La Illaha Illallah.”


Monday, 18 December 2017

Tips Dari Ustad Abdul Somad Memilihkan Sekolah Untuk Anak


Dulu saya sempat bingung memilihkan sekolah untuk anak saya. Bahkan, sebelum masuk usia sekolah dasar, bingungnya udah duluan menyerang. Bagaimana tidak, saya melongok ke sekolah negeri, yang banyak pelajaran umumnya, pelajaran agama hanya 2-4 jam dalam seminggu. Nah, gimana pembangunan karakter dan akhlatulkarimahnya nanti, bagaimana penanamkan nilai-nilai agama, bagaimana mengenalkan Akhlak Rasulullah dan para sahabat kepada anakku nanti, sementara kami suami istri bekerja semua?

Melirik ke sekolah islam terpadu dan boarding school, biaya masuknya selangit, SPP per bulan meroket, aduhhh pusing duluan kepalanya. Mulai deh, ngitung-ngitung pendapatan, ngitung gaji, dikurangi sama cicilan rumah, biaya listrik, biaya bensin, dan makan sehari-hari. Hik..hik..hik... speechless!

Alhamdulillah, akhirnya Allah menunjukkan jalan. Saya mulai membaca banyak artikel tentang tips memilih sekolah yang bagus untuk anak. Sebagian besar dari artikel yang saya baca menjelaskan bahwa sekolah bagus ditentukan oleh beberapa hal diantaranya : Kurikulum, Metode Pembelajaran, Mutu Guru, Mutu Manajemen, dan kelengkapan Fasilitas serta Sarana Prasarana.

Dannn...yang paling penting untuk diperhatikan dan diamati baik-baik adalah kurikulum pendidikannya serta mutu gurunya. Dua hal ini kata kunci untuk memilih sekolah yang baik bagi anak. Karena saya ingin menanamkan pondasi nilai yang kuat pada anak saya, maka saya memilih sekolah berbasis agama atau sekolah islam terpadu.

Saya buka mata dan telinga untuk menyerap sebanyak-banyaknya informasi tentang sekolah islam terpadu yang ada di sekitar area perumahan. Ada beberapa sekolah islam terpadu dengan harga yang mehong. Terus cari, cari terus, hehehe, sampai akhirnya saya bertemu dengan sekolah islam terpadu dengan harga terjangkau.

Cuma memang, sarana gedung masih dalam pengembangan, fasilitas air bersih kadang tersendat, hik..hik..lapangan olahraga minim, tapi ada masjid sekolah, ada kantin, dan ruang kelas yang layak. Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah masuk ke hapalan juz 28, memahami kewajiban shalat, puasa, bisa berbahasa Arab, bahasa Inggris walau tersendat-sendat,hehehe.





Saat mendengar ceramah Ustad Abdul Somad saat mengisi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Lampung pada Selasa, 12 Desember 2017 lalu, saya semakin bersyukur tidak salah memilihkan sekolah untuk anak saya.

Dalam syiarnya, Ustad ahli hadist dan perbandingan mazhab ini menjelaskan tentang sistem pendidikan sekuler dan pendidikan agama. Menurut Ustad Abdul Somad, saat ini sistem pendidikan terbagi dua, yaitu pendidikan sekuler/liberal dan pendidikan agama.

“Sekarang pendidikan terbagi dua, yang sebelah kiri, hebat fisika, hebat kimia, hebat matematika,  tapi tidak bisa shalat. Allahuakbar, diam saja, itu pun (shalatnya) idul fitri sama idul adha aja,” ujar Ustad Abdul Somad. Yang sebelah kanan, ujarnya, ngerti hadist, ngerti fikih, ngerti sejarah Islam, tapi kalau lampu, dia bingung, kalau laptop mati dia bingung, “Gaptek”.

“Nah, yang tengah yang hebat, (sistem pendidikan) yang mengombinasikan keduanya. Bahasa Inggris mantap, fisika mantap, biologi mantap, medisnya mantap, quran hadistnya mantap, akidahnya mantap, tauhidnya mantap, ilmu kalamnya mantap. Inilah yang akan menolong agama Allah,” ujar Ustad Somad disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat Lampung.

Bersyukur saat ini sistem pendidikan Islam Modern yang memadukan pendidikan umum/sains/teknologi dengan pendidikan agama sudah menjamur. Ada pondok pesantren modern Gontor, Al Azhar, Islamic Boarding School, Sekolah Islam Terpadu, Tahfizul Quran, dan lainnya yang sudah memadukan ilmu umum dan agama.

Sistem pendidikan islam modern ini kini menjadi favorit di tengah masyarakat sebab siswanya tidak hanya dibekali dengan nilai-nilai agama Islam, kekuatan karakter dan akhlatul karimah, tapi juga diajarkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan bahasa internasional, dan keterampilan lainnya. Hayo Bunda, mau pilih yang mana?

(Rinda Mulyani)


Sunday, 17 December 2017

Ustad Abdul Somad Imbau Warga Lampung Perbanyak Sekolah Islam


Kehadiran Ustad Abdul Somad di Lampung sudah lama saya tunggu-tunggu. Selama ini, saya selalu mengintai ceramah-ceramah Ustad Kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini melalui chanel You Tube. 

Beberapa minggu sebelum acara saya sudah melihat flayer tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, pada Selasa (12/12/2017).

Kesempatan ini tentunya tidak saya sia-siakan. Sore hari, saya sudah stanby di tenda yang terdapat di tengah lapangan. Maklum, sejak sore Provinsi Lampung yang terkenal dengan sloga Sai Bumi Ruwa Jurai ini sudah dibasahi oleh rinai. 

Alhamdulillah, walau dari jarak jauh, tapi soundsystem yang besar dan banyak menggelegarkan suara Ustad Abdul Somad dari atas panggung.

Ceramah agama dimulai setelah shalat isya. Acara diawali dengan lantunan ayat suci, shalawatan bersama, dan dipimpin oleh seorang anggota TNI, Ustad jebolan Al Azhar ini ikut bersama ribuan masyarakat Lampung menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Di tengah hujan, Ustad Abdul Somad dan masyarakat Lampung penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk cinta kepada tanah air yang diperjuangkan para ulama dan pahlawan terdahulu.






Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad mengupas tentang pentingnya pendidikan Islam bagi anak-anak sejak dini. Dia mengingatkan para orangtua untuk memasukkan anak-anak ke sekolah agama, bisa ke sekolah tsanawiyah, pondok pesantre, dan sekolah islam terpadu, SDIT, SMPIT, SMAIT.

“Untuk itu, bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin ikut memajukan pendidikan Islam, maka dirikan pondok pesantren, sekolah islam terpadu, karena itulah bekal yang akan dibawa ke akhirat. Sedangkan harta yang banyak di dunia ini (jika tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat ) maka tidak akan ada gunanya,” ujar dia.

Wakafkan tanah untuk kemajuan Islam, baik untuk hotel syariah, sekolah Islam, bank Syariah. Ini akan menjadi amal jariyah. 

“Tapi bukan kayak kemarin, ada anak muda nanya sama saya pakai kertas, Ustad Somad apa hukumnya pacaran syariah, itu tidak benar, jangan bawa-bawa kata syariah pada perbuatan yang mungkar. Maka yang punya tanah, wakafkan tanahnya untuk sekolah,” ujarnya.

Usai tablig akbar di Lampung, Ustad Abdul Somad berharap banyak orang kaya yang mendatangi panitia untuk diwakafkan agar dibangunkan sekolah.  Agar tanah wakaf tersebut jelas secara hukum, maka harus diurus ikrar wakafnya  ke KUA sehingga tidak ada ana-anak dan cucu-cucu di kemudian hari yang menuntut saat dibangun sekolah Islam. 

“Jangan komersil, ini daftar ulang Rp20 juta, anak siapa yang masuk kesana, buatlah sekolah yang berkualitas dan terjangkau (oleh semua kalangan),” tuturnya.


(Rinda Mulyani)

Wednesday, 20 September 2017

Doa Tahun Baru Islam 1 Muharram

Pagi ini, saya dapat panggilan tugas meliput kegiatan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB-Unila). Waduh, agak malas sih, kan hari ini, Kamis (21/9/2017), bertepatan dengan 1 Muharram 1839 Hijriyah, tugas kantornya sebenarnya libur, tapi ya namanya service prima kepada klien dan nasa sumber,  harus menjalankan tugas sebaik mungkin,hehehe.
     Begitu sampai di lapangan serba guna FEB Unila, sudah banyak mahasiswa, dosen, dan para pimpinan fakultas yang berkumpul. Ternyata hari itu, FEB Unila melaksanakan serangkaian kegiatan  memperingati Hari Ulang Tahun ke-52,  bersamaan dengan Ulang Tahun Unila juga. Jadi ada kegiatan open campus, bazar, talkshow enterpreuner, tausiyah, pentas seni, dan jalan sehat.

Panjatkan doa setiap saat kepada Allah SWT.
     Nah, usai sambutan-sambutan, ditutupi dengan doa.  Saya ikut khusyuk mengaminkan doa tersebut. Menjelang akhir, dibacakan Doa Awal Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1839 H, yaitu:

"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rahmat dan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan kapada keluarga dan sahabat-sahabat baginda sekalian. Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang kekal selama-lamanya, sedia ada, tiada permulaan.
KelebihanMu Maha Besar dan KemurahanMu sangat-sangat diharapkan.
Tibalah sudah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami, kami memohon kepadaMu agar terpelihara kami sekaliahn di dalam tahun baru ini daripada tipu daya setan-setan yang terlaknat. juga dari kekasih-kekasih syaitan dan bala tentaranya. dan kami memohon kepadaMu akan pertolongan mengalahkan hawa nafsu kami yang mendorong kepada kejahatan.
Kami memohon kepadaMu ya Allah, agar diberi keingin dan kekuatan untuk berbuat  kerja-kerja kebajikan demi meraih RidhoMu. Ya Allah, Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Mulia, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan besar Nabi Muhammad S.AW dan keluarga serta sahabat-sahabat Baginda Rasul."

     Doa Awal Tahun Baru Islam yang dibacakan tersebut juga umum dibaca oleh sebagian masyarakat Indonesia dan Malaysia, walau ada beberapa doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam yang lain yang  diamalkan masyarakat.
     Nah, saya menelisik doa-doa apa saja yang diajarkan Rasulullah S.A.W untuk Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam?  Dikutip dari www.asmaul-husna.com,  bahwa  penetapan kalender Hijriyah sebagai kalender resmi Islam baru dilakukan pada zaman Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu.
     Disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan: Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu ‘anhum, beliau bertanya, “Mulai kapan kita menulis tahun.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: “Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama Hijriyah. (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).
     Penetapan tahun baru Hijriyah ini hanya untuk memudahkan administrasi di zaman kekhalifahan Umar. Khalifah Umar juga tidak memerintahkan masyarakat untuk memeriahkan hari  itu sebagai hari istimewa.
     Para ulama menegaskan bahwa tidak ada tuntunan tentang doa khusus yang dibaca pada akhir tahun dan tahun baru Islam, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W, para sahabat, tabi'in, dan ulama-ulama besar. Amalan ini juga tidak ditemui pada kitab para imam hadist.
     Untuk itu, umat Islam dipersilahkan berdoa sesuai tuntunan doa sehari-hari, atau memanjatkan hajat yang diinginkan, karena tidak ada tuntunan doa khusus. Wallahu alam.

(RINDA MULYANI)



Wednesday, 16 August 2017

Sedekah Listrik Untuk Miftahul Jannah Gaza


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anggota tim pembangunan Miftahul Jannah Gaza, Palestina, Joko Sutrisno menggalang dana untuk pengadaan listrik bagi pondok pesantren Miftahul Jannah Gaza.
Joko Sutrisno mengatakan, Miftahul Jannah Bandar Lampung ikut memprakarsai pendirian Pondok Pesantren Penghapal Quran Miftahul Jannah di Gaza melalui kerjasama dengan Syeikh Dr Annas Riyad, warga setempat.
“Selama sebulan ini sudah dilakukan pembangunan gedung sekolah, dan sudah tahap finishing. Saat ini kebutuhan utamanya adalah penyediaan tenaga listrik,” kata Joko kepada Lampost.co, Rabu (16/8/2017).
Menurutnya, kebutuhan listrik untuk Miftahul Jannah Gaza sekitar 3500 watt yang membutuhkan biaya senilai 24000 USD atau setara Rp350 juta. Untuk itu, pihaknya melakukan penggalangan dana melalui program ‘Yuk Sedekah Listrik 1 Watt Rp100.000.
“Listrik ini menjadi kebutuhan utama karena akan digunakan untuk operasional pendidikan anak-anak yatim piatu penghapal quran di pondok tersebut,” ujarnya.
Joko menjelaskan, operasional Pondok Penghapal Alquran Miftahul Jannah Gaza dijalankan oleh Syeikh Dr Annas Riyad. Saat ini tengah dilakukan perekrutan anak-anak yang akan menjadi santri di pondok pesantren tersebut. “Kalau rekrutmen gurunya sudah dilakukan beberapa hari lalu,” kata Joko.
Joko mengatakan, bagi warga yang ingin menyalurkan sedekah listrik ini dapat mentransfer dananya ke rekening 7110773549 (Bank Syari'ah Mandiri) atas nama Ponpes Miftahul Jannah Gaza. “Semoga ini menjadi ladang amal jariyah kita semua,” tutur Joko. Konfirmasi transfer dapat dilakukan ke WA 0852-6905-9867 atau telpon ke (0721) 801164 dan 081369009793.

Guru-guru ponpes miftahul jannah gaza sedang merias kelas. (Dok Miftahul Jannah Gaza)
Sumber : LAMPUNGPOST.CO

Sunday, 13 August 2017

Kredit Mobil Syariah BSM Oto


 
www.google.co.id

Bank Syariah Mandiri Lampung meluncurkan program BSM Oto bagi para nasabah yang ingin mendapatkan kendaraan impian. Area Head Manager Bank Syariah Mandiri Lampung, Heri Suhendro mengatakan banyak keuntungan yang diperoleh dari BSM Oto diantaranya proses mudah dan cepat, berbasis syariah, margin murah mulai dari 4,61 % per tahun.
“Dengan berbasis syariah maka kredit kendaraan bermotor di BSM Oto bebas bunga dan riba, akadnya murabahah,” kata Heri saat ditemui di Tugu Adipura, Minggu (13/8). Menurut dia, beberapa berkas yang harus dilengkapi nasabah adalah fotokopi KTP, NPWP, Kartu Keluarga, Buku Nikah, dan Slip Gaji. "Moto kami Apapun Mobilnya, BSM Tempatnya,” kata dia.
Peluncuran tersebut dihadiri oleh masyarakat, baik nasabah maupun yang bukan nasabah Bank Syariah Mandiri. Kegiatan diawali dengan jalan sehat, dilanjutkan senam bersama, dan aneka lomba bertabur hadiah menarik.
Acara ini juga diramaikan dengan beberapa stand yang berasal dari diler mobil yakni Auto 2000, Persada Lampung Raya, Budi Berlian, Tunas Daihatsu, Istana Lampung Raya, dan Datsun Go.  Stand-stand ini turut menyemarakkan acara sambil menyosialisasikan program kemasyarakatan yang mereka miliki.
Heri memaparkan, BSM Oto ini hadir karena banyak masyarakat yang datang ke diler mobil, tapi menginginkan mekanisme pembayaran sesuai syariat Islam.
"Setelah kita survei, tenyata banyak marketing diler yang mengatakan bahwa customer ingin sistem syariah, maka dengan program ini kami bisa menjawabnya hal tersebut,"ujarnya. Dia berharap melalui BSM Oto ini, masyarakat tidak ragu lagi untuk mendapatkan mobil idaman keluarga. "Ini dimungkinkan bisa bekerjasama dengan diler dan merek mobil lainnya," tutur Heri.

Sumber : LAMPOST.CO