Saat
membuka facebook siang tadi
(14/9/2017), beredar video anak dengan kondisi hilang kesadaran, merangkak di
pinggir jalan, memutar-mutar kepala dan kemudian tumbang. Pada foto berikutnya
terpampang gambar pil bulat berwarna putih bertuliskan PCC, juga ada foto obat
berwarna merah jambu berbentuk beruang. Diinfokan anak dalam video tersebut
mendadak seperti orang gila setelah meminum pil PCC.
Innalillahi...sebagai
orang tua, saya shock! Benar-benar shock!
Awalnya saya pikir itu hoax.
Dengan pikiran terbang kesana-sini, saya mulai mengetik PCC di kolom pencarian
google. Dan, berita-berita tentang PCC yang menelan korban pelajar di Kendari,
Sulawesi Tenggara (Sultra) bertebaran di layar komputer.
Membaca
berita dari situs-situs resmi seperti news.detik.com,
tubuh saya semakin merinding. Jujur saya, hati saya mendidih. Bagaimana tidak,
obat PCC yang memiliki efek seperti Flakka ini diedarkan kepada para pelajar
SD, SMP, dan SMA. Kejamnya para pengedar itu, apa tujuan mereka, kalau bukan
untuk menghancurkan generasi muda Indonesia. Hingga
tadi malam, sekitar pukul 21.00, korban
obat PCC ini bertambah hingga 68 orang. Bahkan, dua diantaranya meninggal
dunia, yaitu siswa SD dengan inisial R akibat overdosis, dan Riski (20)
berhalusinasi kemudian melompat ke laut, tenggelam dan ditemukan tidak bernyawa.
Cari Informasi Sebanyaknya
Sebagai
orangtua, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari dan memamah
sebanyak-banyaknya informasi tentang PCC ini. Mulai dari bentuk obatnya, metode
penyebarannya kepada para korban, gejala serta dampaknya secara medis terhadap
korban. Di
internet sudah banyak beredar foto obat PCC. Bentuknya berupa pil bulat, berwarna putih, dan di pil tersebut tertulis PCC. Obat ini tidak boleh dijual bebas di apotik.
Apa Gejala Mengonsumsi PCC?
Orang
yang meminum obat PCC akan merasa kepanasan, wajah merah, serta suka
mencak-mencak dan berhalusinasi. Seperti yang terjadi pada korban Riski, tidak
sempat tertolong oleh orangtuanya karena korban melompat ke laut lalu tenggelam, dan saat ditemukan sudah tidak bernyawa.
Bagaimana Efek FCC?
Dilansir
dari news.liputan6.com, Staf Ahli
Kimia Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djunir mengatakan
dari pengakuan salah satu korban terungkap dia mengonsumsi tiga jenis obat berbeda, yakni Tramadol,
Somadril, dan PCC. Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan
dengan menggunakan air putih. (Apakah PCC mengandung campuran Flakka?)
Menurut
Mufti, jika dicampur, ketiga obat tersebut akan menimbulkan efek sinergis yang
memengaruhi susunan saraf pusat. Bekerja searah menghantam syaraf pusat otak
dan akan menimbulkan ketidakseimbangan. Inilah yang menyebabkan korban
berhalusinasi dan kehilangan kesadaran diri. Obat
PCC sendiri mengandung senyawa Carisoprodol yang berfungsi mengatasi nyeri dan
ketegangan otot. Obat ini biasa digunakan pasien saat istirahat, ketika
melakukan terapi fisik. Obat ini tidak dikategorikan jenis narkotika, tapi mengandung
zat aditif yang memiliki efek berbahaya.
Modus Pengedar PCC
Pengedaran
obat PCC menyasar anak-anak dan remaja. Terbukti, sebagian besar korban di Kendari,
Sultra adalah pelajar SD, SMP, SMA dan beberapa orang pegawai. Dikutip dari
news.detik.com, Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan pihak BNN dan
kepolisian masih menyelidiki motif pengedaran obat yang memiliki efek seperti
Flakka tersebut. Apa motivasi para pengedar sehingga menyasar anak-anak dibawah
umur.
Segera Beritahu Anak
Setelah
memiliki informasi lengkap tentang PCC dan bahayanya, sesampainya di rumah,
saya langsung mendekati anak saya. Saya ajak tiduran sambil bermain andorid.
Lalu, saya buka foto-foto PCC dan saya perlihatkan kepada anak saya. “Ingat ya
Nak, ini adalah pil yang berbahaya, jangan pernah menerima apapun pemberian
dari orang asing, terutama pil seperti ini,” ujar saya dengan suara perlahan.
Walau hati saya panik dan khawatir, tapi saya menjaga irama suara setenang
mungkin.
Saya
juga menjelaskan tentang bahaya mengonsumsi obat tersebut. Kemudian, saya
menganjurkan anak saya untuk memberitahukan informasi obat PCC ini kepada
teman-teman di sekolahnya.Serta mengingatkan, saat membeli makanan apapun untuk memeriksa bungkusnya,
memperhatikan secara detil nomor register,
izin BPOM, tanda halal, kandungan gizi, dan tanggal kadaluarsa.
Semoga,
aparat BNN dan kepolisian bisa segera menangkap para pelaku pengerdar PCC dan
mengungkap motif mereka menyasar anak-anak dan remaja. Yang jelas, saat ini,
setiap orangtua harus waspada. Segera beritahu anak Anda bentuk pil PCC dan
dampak mengonsumsi obat tersebut. Pencegahan harus kita awali dari rumah!
(RINDA
MULYANI)
17 komentar
Harus hati-hati dan waspada
Ngeri juga nih,, sebagai orang tua harus bisa menjaga anak anaknya agar terhindar dari obat obatan yang membahayakan.
Mantappp infonya mb
bermanfaat sekali mbk
Takut banget ya Allah, jahatnya orang-orang itu
Innalillahi ngerinya baru paham.banget PCC itu berbahaya, beberpa hari ini sering dapat BC, baca ini makin paham
Ngeri efeknya ya..huhu..
Ngeri efeknya ya..huhu..
Makasih infonya mba, jd was was sendiri
Benar sekali mas yudi hartono..
Benar mbak, anak-anak harus diberi info sejak dini, orangtua harus waspada!
Makasih Tri Sujarwo, orang tua harus meningkatkan kewaspadaan ya..
Terimakasih Rezu Ber
Hik..hik..iya Novi Nusaiba, jadi heran kenapa ada orang yang tega merusak anak-anak dan generasi muda Indonesia😢
Terimakasih mbak Naqiyyah Syam, semoga artikelnya bermanfaat..
Sama-sama mbak mery kusyeni, semoga informasi bermanfaat..
Benar sekali, bikin sedih dan miris..
EmoticonEmoticon