Sri Rahayu mendekati Muhammad Kahfi (9 bulan), balita penderita
hidrosepalus. Dia meletakkan telapak tangannya di kening Kafhi, beranjak ke
beberapa bagian tubuh Kahfi, ketiak dan perut. “Kamu panas ya Nak, sini Bu saya
bantu kompresin,” ujar calon bidan yang menjadi sukarelawan Komunitas Peduli
Generasi Lampung ini, Jumat (25/8).
Dengan lembut tangannya memeras kain basah dan menempelkan di kening serta
kedua ketiak putra pertama Rinjani, warga Kotabumi, Lampung Utara itu. Lidah M
Kahfi bergerak keluar masuk seperti orang yang sangat kehausan. Sri Rahayu
mengalihkan pandangannya ke Rinjani. “Kahfi dikasih obat apa sama dokter, Bu
Rinjani?” ujarnya.
Ibunda M Kahfi itu menyebutkan nama obat antibiotik yang diresepkan dokter
dan menunjukkan botol obat tersebut kepada Sri Rahayu. “Ini udah mau habis
mbak, nanti saya mau beli ke apotik,” kata Rinjani. Calon bidan berjilbab itu mengambil
botol obat tersebut dan mengingatkan Rinjani untuk meminumkan obat sesuai
jadwal yang diarahkan dokter kepada M
Kahfi.
“Kalau nanti Kahfi panas tinggi, sebaiknya langsung dibawa ke ruang gawat
darurat Rumah Sakit Abdul Moeloek ya Bu, nggak apa-apa langsung aja, kalau
nanti saya atau relawan yang lain ada, kami akan dampingi,” ujar Sri Rahayu
ketika Rinjani mengeluhkan Kahfi yang kerap panas tinggi dan kejang selama dua
malam ini.
![]() |
| Rinjani, warga Kotabumi, Lampung Utara dengan sabar merawat dan mengobati anak pertamanya, M Kahfi (9 bulan) yang menderita hidrosepalus. |
Menurut Rinjani, M Kafhi baru saja selesai menjalani operasi hidrosepalus
yang kedua di Rumah Sakit Immanuel pada Jumat pekan lalu. Pada operasi pertama
satu bulan lalu, kepala sebelah kanan Kahfi dibedah dan dimasukkan selang yang
kemudian disalurkan ke bagian perut sebelah kanan untuk membuang cairan di
kepala M Kahfi yang terus bertambah. Pada operasi kedua kemarin, lanjutnya,
operasi dilakukan di kepala bagian kiri dan selang disalurkan melalui perut
sebelah kiri.
(Baca juga : Gagal Ginjal Gara-Gara Minum Obat Sembarangan)
Namun, kata Rinjani, usai operasi yang kedua, M Kahfi mengalami panas tinggi dan kenjang. Untuk itu, dia segera membawa anaknya kontrol ke Bandar Lampung dan menginap di Rumah Singgah Komunitas Peduli Generasi Lampung di Jalan Sam Ratulangi Nomor 64, Penengahan, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung sejak Selasa (22/8).
(Baca juga : Gagal Ginjal Gara-Gara Minum Obat Sembarangan)
Namun, kata Rinjani, usai operasi yang kedua, M Kahfi mengalami panas tinggi dan kenjang. Untuk itu, dia segera membawa anaknya kontrol ke Bandar Lampung dan menginap di Rumah Singgah Komunitas Peduli Generasi Lampung di Jalan Sam Ratulangi Nomor 64, Penengahan, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung sejak Selasa (22/8).
“Saya nggak tega ngelihat Kahfi mbak, kalau malam, dia merintih, tangan dan
kakinya tegang, padahal sudah dikasih antibiotik dan obat penurun panas. Kahfi nggak
apa-apa kan mbak,” ujar Rinjani dengan suara serak. Namun, wanita berkulit
hitam ini berupaya tegar dan terus melakukan yang terbaik demi kesembuhan
anaknya.
“Iya Bu Rinjani, merawat anak dengan hidrosepalus memang harus sabar,
tabah, tapi itu Rahmat yang hidrosepalus juga bisa baik dan sudah pulang kan.
Insya Allah nanti Kahfi juga bisa lebih baik ya seperti Rahmat,” tutur Sri
Rahayu memberi semangat sambil tersenyum menatap M Kahfi. "Iya mbak, pastilah, saya akan melakukan apapun yang terbaik agar anak saya sembuh. Sabar ya nak ya, nanti Kahfi juga bisa sembuh seperti Rahmat," ujar Rinjani. Nada suaranya disesaki dengan optimisme dan harapan atas kesembuhan anaknya.
(RINDA MULYANI)

EmoticonEmoticon