Dini
hari, pukul 2.15, Kamis (7/9/2017), saya membuka pesan whatsapp
di grup Komunitas Peduli Kanker. Ada
info menarik bagi penggemar bakso untuk membawa tusuk gigi dan kunyit untuk mendeteksi boraks pada bakso yang mau dimakan. Caranya tusukkan tusuk gigi ke kunyit, lalu tusukan
pada bakso atau makanan yang akan diuji, tunggu 5 detik. Jika makanan tersebut
mengandung boraks, maka tusuk gigi yang terkena kunyit tadi akan berubah
menjadi warna merah.
Info
ini sangat meyakinkan karena disana dijelaskan bahwa metode sederhana ini
merupakan hasil temuan dua siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia
Adila yang berhasil menyabet medali emas pada International Exhibition for
Young Inventors (IEYI) 2014. Alat deteksi sederhana yang mereka buat tersebut
dinamakan SIBODEC atau Stick of Borax Detector).
![]() |
| Broadcast tentang tusuk gigi dan kunyit pendeteksi boraks. |
Sebagai
penggemar bakso, tentu saja info ini sangat
menarik dan penting bagi saya. Namun, Oops, tunggu dulu. Di zaman
kebebasan informasi saat ini, saya tidak mau tertipu dengan berita atau artikel
hoax. Saking penasarannnya, mata pun tidak mau terpejam. Akhirnya, saya berselancar di dunia maya mencari kepastian tentang informasi ini.
Nah,
ada dua artikel yang saya temukan. Mungkin, pembahasan dua artikel ini dapat
menjadi pertimbangan bagi pembaca untuk mengambil pilihan apakah akan menerapkan cara
praktis pengujian borak menggunakan tusuk gigi dan kunyit tersebut atau tidak.
Hoax atau bukan?
Artikel
pertama saya unduh dari bilazhr.wordpress.com yang mengunggah penelitian berjudul ‘Menguji Kandungan Boraks pada Beberapa
Makanan Menggunakan Kunyit’. Pada Wordpress tertulis nama pemiliknya Nabila
Zahra, siswa SMAIT P Nururrahman. Dia mengunggah artikel tersebut pada 15
November 2014.
Artikel
berupa penelitian sederhana tersebut disusun lengkap mulai dari Bab
Pendahuluan, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Metodelogi Penelitian, Cara Kerja,
Pembahasan, hingga Kesimpulan dan Saran. Sangat menarik, ditampilkan cara kerja
dan hasil tes dari beberapa produk pangan berupa mi basah, kerupuk gendar, sosis siap makan Daling
, kerupuk tempe, kerupuk warung ikan SHS, ketupat pasar, tahu china rumahan, bleng, sosis siap
makan Kimbo, dan tahu china pasar.
Dalam
artikel dijelaskan pengujiannya dengan cara mencampurkan 2 ml ekstrak
kunyit kepada ekstrak makanan yang akan
diuji dengan perbandingan 1:1. Hasilnya, makanan yang mengandung borak
menunjukkan warna merah kecoklatan.
Pada
Bab Pembahasan dijelaskan bahwa boraks dengan nama senyawanya natrium biborat,
natrium piroborat, natrium tetraborat (Na2(B4O5(OH)4)8H2O) akan bereaksi dengan senyawa kurkumin yang
terkandung dalam kunyit. Kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan
boraks menjadi asam borat, kemudian mengikatnya menjadi kompleks warna rosa
atau yang biasa disebut dengan senyawa boron
cyano kurkumin kompleks.
Maka,
ketika makanan yang mengandung boraks ditetesi
dengan ekstrak kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Saran
dari penelitian tersebut adalah melakukan penelitian lanjutan untuk pengukuran
kadar boraks sehingga data yang diperoleh lebih akurat.
Artikel
ini semakin meyakinkan saya bahwa alat tusuk gigi dan kunyit bisa kita gunakan
untuk mendeteksi boraks pada makanan. Namun, tunggu
dulu, saya juga mengunggah hasil investigasi dari detikcom. Mungkin ini akan memengaruhi keyakinan Anda.
![]() |
| Tusuk gigi dan kunyit. |
Dalam berita detikcom dijelaskan bahwa pihak mereka menghubungi salah satu siswa yang disebutkan sebagai penemu alat tes tusuk gigi tersebut, Luthfia Adila. Dila sapaan akrabnya, saat diwawancara pada Juli 2016 sudah menjadi mahasiswa Teknik
UGM, Yogyakarta. Dila mengaku tidak tahu siapa yang menyebarkan pesan
berantai tentang tusuk gigi dan kunyit pendeteksi boraks tersebut.
Menurutnya,
dia dan Wening memang menemukan racikan bahan herbal yang bisa diaplikasikan ke
tusuk gigi untuk mendeteksi boraks. Mereka menamakan alat tersebut
dengan SIBODEC. Namun, hingga sekarang, dia mengaku belum pernah membagikan
cara pembuatan alat deteksi boraks tersebut. Dila juga tidak membeberkan rahasia
kandungan herbal yang digunakan.
Dila
mengakui kandungan kurkumin dalam kunyit
memang bisa bereaksi dengan boraks melalui perubahan warna merah kecoklatan. Namun, ujarnya, satu pereaksi kurkumin saja tidak efektif, mereka mencampurkan bahan herbal lain sebagai pereaksi. Pada rapid testkit yang dipakai
di laboratorium pun, sedikitnya ada dua pereaksi yang digunakan.
Pada
prinsipnya, boraks yang bersifat basa akan bereaksi dengan kurkumin. Tanpa tambahan pereaksi lain, kurkumin juga akan bereaksi dengan bahan-bahan basa lain seperti
sabun atau soda kue.
Hmm, bagaimana menurut pembaca? Kalau saya pribadi mendapat kesimpulan bahwa kunyit memang dapat mendeteksi
keberadaan boraks pada makanan, walau kurang efektif karena juga bisa mendeteksi
zat basa lain, serta kadarnya tidak diketahui. Yups, kalau saya Yes, saya memilih untuk menyimpan tusuk gigi dan kunyit dalam tas
saya!
(RINDA MULYANI)


EmoticonEmoticon