Gerimis
sepanjang Kamis (28/9/2017) hampir saja mengurungkan niat saya untuk
menjelajahi Kota Tua Jakarta. Namun, Ayuk Hesma tetap bersemangat mengajak saya
mengelilingi kota yang terletak di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat
tersebut. “Ayolah, yang mahal itu adalah
menuntaskan rasa penasaran, tidak bisa dibeli pakai uang. Kamu jauh-jauh dari Lampung,
belum pernah main ke Kota Tua, masa kalah sama hujan!”.
![]() |
| Pengunjung bersepeda di lapangan depan Museum Fatahilan, Kota Tua Jakarta. |
Luar
biasa, ternyata hujan yang cukup basah tidak menyurutkan semangat para pedagang
kecil di sepanjang jalan Kota Tua. Bahkan, pedagang gorengan tampak menikmati
rezeki yang melimpah. Beberapa pegawai di gedung-gedung Kota Tua mengantri di
sepanjang trotoar demi mendapatkan gorengan panas yang baru matang.
![]() |
| Kafe Batavia. |
Memasuki
halaman depan Museum Fatahilah, terdapat tenda besar yang ramai dengan para
pria berbadan tegap berkaus loreng. Saat mendekati tenda tersebut, kami baru
tahu ternyata tenda besar yang didalamnya terdapat panggung dan sound system
tersebut untuk persiapan wayang merayakan Ulang Tahun TNI. Lumayan, naungan
tenda tersebut menjadi tempat mampir yang nyaman sambil menikmati suasana sore
di Kota Tua.
Museum
Fatahilah ini dulunya adalah kantor Gubernur Ali Sadikin, lalu pada 30 Maret
1974 dijadikan museum yang langsung diresmikan oleh Ali Sadikin. Museum ini
juga dikenal dengan nama Museum Jakarta yang menyimpan banyak sejarah tentang
Jakarta seperti prasasti dan penjara bawah tanah.
Tidak hanya saya dan Ayuk Hesma yang nekad menikmati gedung-gedung tua yang lestari, tapi ternyata ramai anak muda dan keluarga yang berekreasi di Kota Tua, termasuk para turis mancara negara. Rinai malah menjadi momen asyik yang pantas dinikmati. Mereka berpose dan berfoto di tengah rintik hujan. Berpose dengan latar Meriam Si Jagur, Cafe Catavia, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Keramik, hingga patung orang Jenderal Sudirman. (Mau Tahu Wisata-Wisata di Lampung?)
Tidak hanya saya dan Ayuk Hesma yang nekad menikmati gedung-gedung tua yang lestari, tapi ternyata ramai anak muda dan keluarga yang berekreasi di Kota Tua, termasuk para turis mancara negara. Rinai malah menjadi momen asyik yang pantas dinikmati. Mereka berpose dan berfoto di tengah rintik hujan. Berpose dengan latar Meriam Si Jagur, Cafe Catavia, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Keramik, hingga patung orang Jenderal Sudirman. (Mau Tahu Wisata-Wisata di Lampung?)
![]() |
| Patung hidup para pahlawan. |
Terimakasih
Ayuk Hesma, traveling hari itu menuntaskan rasa ingin tahu saya tentang wisata
Kota Tua Jakarta. Hujan tidak mengurangi kenyamanan suasana di Kota Tua. Air
dari langit tersebut justru memberi kesan tersendiri, menghadirkan keindahan yang
tidak tergantikan.
(RINDA
MULYANI)



1 komentar so far
Panduan Bermain Slot Empress Regnant Ayo Daftar Sekarang Juga Dan Dapatkan Bonus Berlimpah !!!
EmoticonEmoticon