![]() |
| Habiburrahman El Shirazy membedah novel terbarunya, Bidadari Bermata Bening di Masjid Al Walidain, Ponpes Al Firdaus, BKP Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (13/11/2017). |
Nah, Alhamdulillah, Minggu kemarin (12/11/2017), saya diundang teman mengikuti bedah novel terbaru Kang Abik berjudul Bidadari Bermata Bening di Masjid Al Walidain, Pondok Pesantren Al Firdaus, BKP Kemiling, Bandar Lampung. Dan, yang membedahkan...Yups! langsung sanga penulis, Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abiiikkkk!
Kegiatan bedah buku ini
berbarengan dengan peluncuran program holiday with quran Ponpes Al Firdaus, dan
sponsornya banyak banget loooo. Kang Abik sendiri didatangkan oleh pihak
Republika karena memang semua buku Kang Abik diterbitkan oleh Republika. Juga
ada pendukung acara dari Tapis Blogger, Forum Lingkar Pena Lampung, Jati Wangi
Residen, dan Hotel Nusantara Syariah.
https://youtu.be/WPctjr_DfG8
https://youtu.be/WPctjr_DfG8
Saat Kang Abik memaparkanmotivasinya membuat novel Bidadari Bermata Bening ini, saya suprise banget.
Ternyata tujuan Kang Abik menulis buku sangat mulia, dia ingin anak muda
Indonesia, terutama yang putri memiliki rasa percaya diri, dan berani
berimajinasi atau bermimpi besar untuk sebuah kebaikan.
“Berimajinasi ini sangat
penting untuk menggali dan menggerakan semua potensi yang kita miliki, berani
bermimpi. Beda dengan berkhayal ya, karena berkhayal itu dilarang oleh
Rasulullah,” ujar Kang Abik. Menurut Kang Abik, Rasulullah Salallahu Alaihi
Wassalam dulu juga sering mengajak sahabatnya untuk berimajinasi, memiliki visi
yang besar untuk menegakkan Agama Islam di bumi ini.
Kang Abik mencontohkan saat
perang khandaq, para sahabat yang saat itu sudah di Madinah dikepung oleh
musuh. Sampai akhirnya salah satu sahabat mengusulkan untuk membuat parit
menggelilingi benteng mereka. Saat mengali parit, para sahabat mendapati satu
batu besar yang tidak sanggup mereka pecahkan. Akhirnya Rasulullah mengambil
palu dan memukul batu tersebut hingga keluar percikan api, lalu Rasulullah
berkata bahwa telah diberikan kepadaku negeri Persia.
![]() |
| Novel terbaru Habiburrahamn El Shirazy |
“Apa
itu artinya, artinya Rasulullah memberikan imajinasi kepada para sahabat bahwa
negeri Persia saja bisa mereka dapatkan, apalagi cuma memenangkan perang
Khandaq waktu itu. Mendengar Rasulullah berkata seperti itu, mengalir lagi
semangat dalam diri para sahabat, dan akhirnya ucapan Rasulullah terbukti bahwa
Islam mampu menguasai Persia. Itulah imajinasi, itulah visi, jadi kalian
anak-anak muda jangan takut untuk bermimpi besar untuk kebaikan,” tutur Kang
Abik.
Dia
menyayangkan kondisi anak-anak muda Indonesia yang justru dicekoki dengan
siaran dan tontonan bersifat negatif. Banyak sinetro-sinetron Indonesia yang
justru menanamkan nilai kekerasan, gaya pergaulan bebas, minum-minuman,
narkoba, dan lainya. “Kalau nggak minum nggak keren, kalau nggak teler nggak
gaul, apa itu. Itu imajinasi yang salah dan negatif yang dicecoki kepada
anak-anak dan remaja Indonesia ini. Karena itulah, saya menulis buku ini untuk
memberikan imajinasi positif bagi para pelajar, mahasiswa, dan anak muda
Indonesia,” ujarnya.
Santri
Miskin Berprestasi
Nah,
Kang Abik juga membocorkan sedikit nih isi novel barunya Bidadari Bermata Bening
ini. Menurut Kang Abik, Bidadari Bermata Bening ini mengisahkan perjalanan
hidup seorang santri putri bernama Ainul Mardhiah. Seorang putri dari keluarga
miskin yang ibunya bekerja sebagai TKW di luar negeri. Nama Ainul Mardhiah ini
artinya adalah Ratu Bidadari. Dia sengaja mengambil nama itu untuk tokoh di
novel terbarunya untuk menekankan kekuatan karakter Aina sebagai santri
yang tangguh, baik, dan memiliki visi besar untuk kehidupan yang lebih baik.
Kebeningan Aina bukan pada matanya, tapi pada hatinya yang tulus.
Saya
baru sempat membaca sedikit sih novel Bidadari Bermata Bening ini, baru sekitar
5 halaman,hihihi. Tapi, di awal novel ini, pembaca sudah langsung disuguhkan
dengan kekuatan karakter Aina yang sering diejek oleh santri lainnya sebagai
anak seorang TKW. Bahkan, temannya sering mencelanya sebagai anak babu yang
kelak hanya akan bisa menjadi babu juga. Walau kesal dan marah, Aina tidak bali
mencela temannya, dia hanya mengingatkan secara baik-baik dan bersabar atas
tingkah laku temannya tersebut.
Seperti
yang dijelaskan Kang Abik, Aina merupakan santri putri yang memiliki
kesungguhan dan penuh ketawadukkan selama belaajar di pondok pesantren. Sikap
Aina akhirnya mengantarkannya menjadi santri berprestasi dengan mendapatkan
beasiswa di salah satu universitas Islam terbaik, Yordan University. Hayoooo,
penasaran ya apa saja suka duka yang dihadapi oleh Aina dan bagaimana cara Aina
meraih kesukses di bidang pendidikan? Baca sampai selesai buku Bidadari Bermata
Bening ya!
(Rinda
Mulyani)


5 komentar
saya sendiri belum baca novelnya, tapi baca sekilas info dari mbak rinda sepertinya sih menarik...jadi penasaran
Baca novel ini bikin baper abis mbak. Keren penuh pesan yang dalam.
Terimakasih mas Ismail, ayo baca mas..
Wah jadi referensi buat beli novel baru nih
Iya Umi, ini sedang menuntaskan bacaan novelnya Umi.. 😊
EmoticonEmoticon