Bahan
:
15. Jika sudah matang, pindahkan dari tiang pembakara.
16. Dinginkan dulu baru lemang dibelah dan dipotong-potong.
(Rinda
Mulyani)
Beras
ketan putih 1 kg
Kepala
tiga butir diparut dan diambil santan kentalnya
Bawang
putih 1 siung
Garam
secukupnya
Alat
:
Buluh
bambu ukuran 80 cm sebanyak 3-4 batang.
Daun
pisang muda empat lembar beserta tangkai (pelepahnya).
![]() |
| Memasak lemang secara tradisional. |
Langkah:
1. Cuci
beras ketan sampai bersih dan rendam sekitar dua jam.
2. Peras
parutan kelapa menggunakan kain kasa, ambil santan kentalnya saja sekitar 1 liter.
3. Haluskan satu
siung bawang putih dan campurkan ke dalam santan kental. Bawang putih ini selain membuat wangi juga untuk mengawetkan lemang sehingga tidak cepat basi.
4. Tambahkan garam
ke santan hingga rasanya sangat tajam.
5. Siapkan buluh
bambu dengan ukuran sekitar 80 cm.
6. Ambil
pelepah pisang, belah dua ujungnya dan jepitkan ke daun pisang muda dan
gulung empat kali.
7. Gunting sisa
daun pisang muda, dan daun yang sudah dijepit dengan pelepah dimasukkan ke
dalam buluh, lalu rapikan dengan menepuk-nepuk buluh bambu.
8. Masukkan ketan
yang sudah direndam ke dalam buluh bambu yang sudah dilapisi daun pisang muda,
jangan terlalu penuh, sisakan bagian atas sekitar 10 cm untuk memberi ruang
ketan menggembang.
9. Tuangkan
santan kental ke dalam buluh hingga merendam semua ketan dalam buluh.
10. Lakukan
hal yang sama pada buluh bambu yang lain hingga ketan habis terpakai.
11. Siapkan
tiang besi untuk sandaran lemang, dan dibawahnya disiapkan kayu bakar.
12. Bakar kayu
terlebih dahulu, setelah menghasilan arang agak banyak, sandarkan buluh lemang
pada tiang besi, Bolak-balik buluh lemang agat tidak gosong sebelah. Gunakan kain
basah untuk memegang buluh lemang agar tidak kepanasan.
13. Periksa bagian
atas lemang, jika santannya habis, tuangkan lagi hingga ketan matang.
14. Periksa kematangan
ketan menggunakan lidi yang bersih. 15. Jika sudah matang, pindahkan dari tiang pembakara.
16. Dinginkan dulu baru lemang dibelah dan dipotong-potong.

