Slide
demi slide foto hasil jepretan fotografer senior Lampung, Yopi Pangkey membuat
peserta Kelas Fotografi Tapis Blogger
terpukau. Puluhan mata mengamati detil-detil hasil foto yang indah tersebut. “Nah,
coba pehatikan foto ini, unsur fotografi apa saja yang terdapat dalam foto ini,”
ujarnya sambil menunjukkan foto seorang petani yang berjalan di jalan setapak
tanah dengan sisi kiri dan kanan berjejer pohon karet yang menjulang tinggi.
![]() |
| Pemateri Kelas Fotografi, Yopie Pangkey menjelaskan tentang kaidah fotografi. |
Seluruh
mata peserta tertuju kepada foto yang ditunjukkan pemateri. Foto yang memiliki
unsur pengulangan garis itu seakan mengarahkan mata penikmati foto untuk
melihat subjek foto. Pencahayaan matahari yang bersinar dari belakang menembus
sela-sela pepohonan dan memberi bayangan indah kepada subyek. Dengan antusias
satu persatu peserta menjawab pertanyaan pamateri.
“Ya,
benar, unsur yang dipenuhi lebih lengkap. Hukum sepertiga terpenuhi, foregroud berupa barisan pohon, sudut
pemotretan, dan pencahayaan. Secara
teori fotografi memiliki unsur-unsur yang harus dipenuhi, tapi pada prakteknya,
selama foto itu indah dan dinikmati oleh banyak orang, maka itu foto bagus,”
ujar Yopie yang sudah menjalankan hobi fotografi sejak 1992 ini.
Dia
memaparkan, secara defenisi fotografi
adalah seni melukis dari cahaya. Beberapa unsur yang harus diperhatikan untuk
mendapatkan foto bagus adalah komposisi yaitu bagaimana cara seorang fotografer
meletakkan benda-benda atau objek yang ada menjadi frame yang enak dilihat. “Dalam
fotografi ada istilah Rule of Thirds atau hukum sepertiga bagian. Kita bagi
bidang horizontal menjadi tiga bagian dan bidang vertikal tiga bagian, akan
bertemu sempat titik. Nah, tempatkan objek yang kita inginkan di frame
tersebut, maka hasil fotonya akan bagus,” ujar mantan fotogragfer Jawa Post
ini.
![]() |
| Para peserta Kelas Fotografi melakukan praktek pengambilan foto di lokasi Wira Garden. |
Selanjutnya,
unsur fotografi lain disebut Angle of
View atau Sudut Pemotretan. Menurutnya, sudut pemotretan akan berpengaruh
terhadap pencahayaan dan suasana pada foto. “Pikirkan sudut pemotretan untuk
mendapatkan sudut pemotretan terbaik,” tuturnya. Juga
terdapat unsur backgroud dan foreground. Background adalah semua benda yang ada
di belakang objek utama, sedangkan foreground semua benda yang ada di depan
objek foto.
Yopie
juga menjelaskan tentang pentingnya fungsi pencahayaan. Sumber cahaya bisa dari
matahari, avalaibel light atau cahaya ruang yang ada, cahaya jendela, dan
cahaya pantulan. “Jika kita merasa butuh cahaya pantulan, dapat menggunakan steorofom,
banner, kertas putih atau lainnya yang dapat memantulkan cahaya,” kata Yopie.
Dia
memberikan tips, untuk cahaya yang terlalu terang dapat dilembutkan dengan
meletakkan tisu tipis pada cahaya kamera. Yopie juga menyarankan benda-benda
transparan seperti kelompak bunga tipis, daun dengan tulang-tulang daun yang
tipis, atau air mineral dan sirup warna-warni, tirai jendela, sangat pas
diambil dengan posisi cahaya backlight. “Cahaya dari belakang pada benda
transparan akan memberikan hasil foto yang bagus.”
![]() |
| Salah satu peserta mengambil view dari ketinggian. |
Usai
pemaparan materi, para peserta Kelas Fotografi melakukan praktek dengan
menjepret pemandangan dan fasilitas Taman Wisata Wira Garden, produk sponsor
seperti tumpeng dari Papa Toms, Susu Segar Home Town Diary, buku terbitan Aura
Publishing, Jilbab Tasya Busana, ubi cilembu Griya Oebi, Lampung Banan Foster,
Smart Tour and Travel, Lulur Roro Mendut, dan lainnya.
(Rinda
Mulyani)




2 komentar
Eahh nomor satu nyetor liputan milad tapis blogger.. Semangat!!... Ini aq masih ngotak atik foto..
Yeee, cemunguttt mas Rasuane noor!
EmoticonEmoticon