Showing posts with label blogger. Show all posts
Showing posts with label blogger. Show all posts

Thursday, 26 October 2017

Trik Mendesain Blog Bagi Pemula

Begini desain blog saya yang saat ini. Udah ada kategori, ada media sosial, dan beberapa gadget lain.
    
 Bagaimana Trik Mendesain Blog Bagi Pemula? Ini tema tugas dari Kelas Ngeblog Seru yang diselenggarakan oleh Tapis Blogger. Kelas Ngeblog Online ini dipandu oleh pendiri Tapis Blogger, Mbak Naqiyyah Syam. Sebelumnya sudah dapat tugas menggunakan kata kunci dalam menulis artikel di blog untuk tema kuliner.
     Nah, ini untuk tugas kedua, para peserta diminta menceritakan pengalaman dalam membuat blog, baik suka maupun dukanya, hik..hik. Pertama-tama izinkan saya curhat sedikit dulu kenapa saya akhirnya tertarik untuk belajar dan memuat blog. Jujur saja, saya termotivasi dari postingan-postingan Mbak Naqiyyah di Facebook tentang kegiatan Tapis Blogger yang mereview berbagai produk. Wah, saya langsung berpikir, blogger ataupun V-blogger memiliki masa depan yang cerah untuk melaksanakan hobi sekaligus meraup rupiah dan dolar,hehehe.
     Apalagi, saya sering mendapat informasi tentang perubahan produsen-produsen di Jakarta, yang sering mengundang blogger untuk mereview produk atau jasa yang ingin mereka promosikan. Bahkan, lembaga pemerintah pun kini mulai beralih ke media blog untuk menyampaikan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat. Barangkali, tulisan-tulisan para blogger dinilai lebih mengena karena menceritakan pengalaman pribadi dalam bahasa yang santai sehingga lebih disenangi para pembaca di dunia maya.
     Nah, berawal dari kondisi inilah, saya sebagai jurnalis yang memang sudah sering menulis akhirnya memilih untuk terjun ke dunia blog. Sebagai pemula, tentunya, saya mengalami kesulitan ketika harus membuat blog karena tidak pernah mempelajarinya. Keinginan untuk membuat blog maju-mundur, maju-mundur cyantikkk aja. Tanya sana-tanya sini, nggak jadi-jadi blognya. Sampai akhirnya, di kantor tempat saya bekerja, Lampung Post mengadakan pelatihan membuat blog.

Semangat Belajar Blog
     Yes! Gayung bersambut, keinginan saya menemukan jalan. Ternyata, perusahaan media besar pun harus mengikuti perubahan zaman menuju media digital. Sebab itu, seluruh awak redaksi harus memiliki keterampilan media digital. Singkat cerita, saya belajar Trik Mendesain Blog BagiPemula kepada seorang tutor dari I-Tech Metro. Akhirnya, jadilah sebuah blog yang sangat sederhana. Hanya bisa menampilkan tulisan dan foto saja, hik..hik. Blog terlalu sederhana, tidak menarik, tidak ada kategori, tidak ada widget, polossss banget.
     Namun, saya tidak mau putus asa, saat melihat ada teman sekantor  memiliki desain blog yang cukup lengkap dan rapi, saya belajar dari dia. Ternyata dia juga belajar sama temannya, akhirnya saya pun belajar dari temannya teman saya. Saya diajarkan untuk mengedit HTML dan menata tata letak blog untuk memperbaiki Nama Blog (header), serta menambahkan berbagai gadget. Yah, namanya belajar gratisan ya sama teman, nggak enak dong terus-terusan nanya dan mengganggu teman.
     Makanya, saya juga belajar ke mbah google bagaimana Trik Mendesain Blog Bagi Pemula, SEO, artikel yang bagus untuk blog, serta sesekali memotivasi diri melihat kisah para blogger sukses,hehehe. Biar semangat!
Sekarang saya sudah bisa mengedit kategori, memasukkan label, menyambungkan link, menambah berbagai gadget. Nah, saat ini, ada satu hal nih yang membuat masih bingung, yaitu mengisi  Web Tools seperti contact form, disclaimer, privacy policy, sitemap, dan term of service. Saya masih bingung, apakah itu wajib ada pada sebuah blog, dan bagaimana cara mengeditnya di HTML.

     Akhirnya, saya memutuskan untuk tidak mengutak-atik dulu bagian bawah blog, jadi itu masih bawaan darisananya. Sementara, untuk mendaftar ke Google AdSense, disyaratkan bahwa desain blog sudah harus sempurna, tidak dalam pengerjaan, dan memiliki berita serta foto yang memadai. Saya sudah dua kali mendaftar ke AdSense dan ditolak.
     Tiba-tiba kemarin, saya mendapat email dari Google AdSense meminta saya mendaftarkan blog saya lagi untuk direview. Rayuannya maut lagi “Siap untuk mulai menampilkan iklan?”. Oh No, saya belum siap! Saya kuatir, kalau blog saya belum didesain secara lengkap, blog saya tidak lolos lagi. Semoga, melalui kelas blog online ini nanti, saya bisa mendapatkan banyak ilmu dan Trik Mendesain Blog Bagi Pemula sehingga desain blog saya memenuhi syarat yang diinginkan Google AdSense.

(RINDA MULYANI)

Monday, 9 October 2017

Hati-Hati Menggunakan Foto dari Internet Untuk Blog

Saya pernah kesulitan saat mencari foto untuk tulisan yang sifatnya news, aktual, dan kejadiannya di luar daerah, untuk ditampilkan sebagai ilustrasi analisis berita di blog saya. Akhirnya, saya putuskan untuk memutilasi foto yang saya cari di google image dan mendesainnya melalui program photoshop. Waktu itu, saya pikir, ini cukup aman untuk tidak celah adanya gugatan hak cipta.
Namun,,,,teng,teng,teng. Saya mendapat banyak pencerahan saat mengikuti pelatihan tentang Perlindungan Hak Cipta Lembaga Penyiaran yang disampaikan oleh Direktur Hak cipta dan Desain Industri Dr.Dra. Erni Widhayastari, Apt.M.Si, didampingi oleh Kabid Pelayanan Hukum dan Litigasi Ahmad Rifadi. Pelatihan ini dilaksanakan di Metro TV Jakarta,  Kamis (5/10/2017), diikuti oleh kru Metro TV, Radio SAI 100 FM, Lampung Post, dan Media Indonesia. 

Tips Memotret Agar Hasil Foto Bagus

Ibu Erni menjelaskan bahwa perlindungan hak cipta bersifat otomatis. Artinya, suatu karya yang berbentuk nyata /konkrit, tercatat ataupun tidak tercatat akan otomatis dilindungi. Kedua, bagi siapapun yang menggunakan karya tersebut tanpa izin dari pemilik hak cipta sudah  melakukan pelanggaran hak cipta. Ketiga, Sanksi pidana bagi pelanggaran hak cipta diancam penjara maksimal 4 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. Yang lebih berat adalah sanksi pembajakan dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda maksimal Rp 4 Miliar.
Hik,hik, ngeri kan? Tapi, memang harus begitu karena setiap orang harus menghargai hasil karya orang lain, apalagi hasil karya tersebut misalnya video, foto atau tulisan digunakan untuk sesuatu yang bersifat komersil.
Lalu, bagaimana kalau foto-foto tersebut diunduh dari google image, lalu kita pangkas dan diedit menggunakan Photoshop? 
Saya sempat menanyakan ini kepada Pak Ahmad Rifadi. Dia menjawab bahwa perlindungan hak cipta suatu produk itu tidak hanya dilakukan secara full,  tapi juga perbagian pada video atau gambar.  Bagian-bagian tersebut,  biasanya menjadi ciri khas atau identitas karya si pemilik hak cipta.  Sehingga,  walaupun seseorang memotong bagian gambar atau video milik orang lain,  tetap bisa digugat oleh si pemilik hak cipta jika teridentifikasi bagian foto yang merupakan identitasnya.  Apalagi di era digital ini,  seseorang bisa menggunakan teknologi untuk melacak seseorang yang menggunakan karya miliknya.

Cara Legal Menggunakan Foto di Blog? 
Lalu, apa cara yang paling aman untuk menampilkan foto atau video di blog? So pasti, foto, video dan tulisan yang orisinal. Foto yang kita jepret sendiri, video yang kita buat sendiri, dan tulisan yang kita liput dan susun sendiri! No copy paste! Itu adalah cara yang paling aman dan paling dihargai juga oleh Google.
Kedua, jika memang harus mengambil gambar dari internet, maka carilah situs-situs yang menyediakan gambar gratis seperti PublicDomainPictures.net atau FreeDigitalPhotos.net. Situs-situs ini menyediakan gambar tidak berbayar. Namun, ingat, tetap periksa hak-hak yang diberikan, misalnya meminta menyebutkan nama fotografer secara lengkap, meminta tautan balik atau syarat tertentu untuk penggunaan komersil.
Ketiga, dengan membeli foto di situs yang menyediakan foto dengan harga murah dan terjangkau, misalnya iStockPhoto.com. Situs ini juga menyediakan beberapa foto gratis, tapi lebih banyak foto berbayar dengan harga yang terjangkau.
Cara lainnya,  ujar Ahmad Rifadi,  dengan menghubungi si pemilik hak cipta melalui email atau telpon dan meminta izin untuk menggunakan fotonya di blog kita.  "Kalau bisa minta izin tertulis sehingga kalau dibelakang hari ada gugatan atau sengketa,  kita punya bukti," katanya.
Mengapa ditekankan untuk tidak mengangap sepele pelanggaran hak cipta ini? Pengalaman blogger terkenal Roni Loren dapat dijadikan pelajaran. Awalnya Roni Loren biasa menggunakan foto dari Google Image untuk menghiasi blognya.  Sekian lama,  tidak pernah ada masalah.  Sampai suatu ketika,  dia menggunakan foto seorang fotografer tetap dengan etika menyebutkan nama lengkap fotografer tersebut. Namun,  si fotografer itu keberatan fotonya digunakan di blog Roni,  dan dia meminta Roni memghapus foto miliknya dari blog tersebut. Done! Roni langsung menghapusnya. ( Mau tahu berita-berita hangat tentang Lampung? )
Tapi, apakah perkaranya selesai begitu saja? Ternyata tidak. Sang fotografer kemudian meminta denda yang cukup besar dan membawa kasus tersebut ke pengadilan. Roni Loren akhirnya harus membayar pengacara, ditambah membayar denda untuk gambar yang sudah dia hapus dari blognya. Tuh kan!
Mungkin, kita akan berkilah, Ah selama ini saya pakai foto dari Google Image aman-aman aja tuh! Ya, saat ini aman, karena bisa saja sang pemilik foto belum mengetahuinya. 
Namun, jika blog kita dibaca semakin banyak orang dan tersebar di dunia maya hingga akhirnya dibaca sang pemilik foto, apa yang akan terjadi? Pertama, jika pemilik fotonya tidak reseh dan tidak keberatan fotonya di pakai di blog kita, tidak masalah. Namun, bisa saja, pemilik foto tersebut keberatan dengan penggunaan foto miliknya tanpa izin dari dia, maka kasus Roni Loren bisa saja terjadi kepada kita. 
Intinya,  Ahmad Rifadi menekankan,  masalah hak cipta ini adalah kelegaan atau kesepakatan dari para pihak.  "Ya,  ada yang tidak masalah karyanya digunakan oleh orang lain karena dia merasa dengan begitu semakin terkenal,  tapi ada juga yang keberatan karyanya digunakan oleh orang lain,  apalagi untuk tujuan komersil karena ada unsur ekonomi atau royalti disitu. Makanya,  kunci dari perlindungan hak cipta ini adalah komunikasi dari kedua belah pihak, " tuturnya. 

(RINDA MULYANI)


Saturday, 9 September 2017

Tips Memotret Agar Hasil Foto Bagus

      Slide demi slide foto hasil jepretan fotografer senior Lampung, Yopi Pangkey membuat peserta Kelas Fotografi  Tapis Blogger terpukau. Puluhan mata mengamati detil-detil hasil foto yang indah tersebut. “Nah, coba pehatikan foto ini, unsur fotografi apa saja yang terdapat dalam foto ini,” ujarnya sambil menunjukkan foto seorang petani yang berjalan di jalan setapak tanah dengan sisi kiri dan kanan berjejer pohon karet yang menjulang tinggi.
Pemateri Kelas Fotografi, Yopie Pangkey menjelaskan tentang kaidah fotografi.
      Yopie Pangkey hadir sebagai pemateri Kelas Fotografi yang digelar Tapis Blogger dalam rangka memperingati HUT Ke-1 Tapis Blogger, Sabtu (9/9/2017), di Taman Wisata Wira Garden, Bandar Lampung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pendiri Tapis Blogger Naqiyyah Syam, beserta para pengurus.
Seluruh mata peserta tertuju kepada foto yang ditunjukkan pemateri. Foto yang memiliki unsur pengulangan garis itu seakan mengarahkan mata penikmati foto untuk melihat subjek foto. Pencahayaan matahari yang bersinar dari belakang menembus sela-sela pepohonan dan memberi bayangan indah kepada subyek. Dengan antusias satu persatu peserta menjawab pertanyaan pamateri.
     “Ya, benar, unsur yang dipenuhi lebih lengkap. Hukum sepertiga terpenuhi,  foregroud berupa barisan pohon, sudut pemotretan, dan pencahayaan.  Secara teori fotografi memiliki unsur-unsur yang harus dipenuhi, tapi pada prakteknya, selama foto itu indah dan dinikmati oleh banyak orang, maka itu foto bagus,” ujar Yopie yang sudah menjalankan hobi fotografi sejak 1992 ini.
Dia memaparkan,  secara defenisi fotografi adalah seni melukis dari cahaya.          Beberapa unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan foto bagus adalah komposisi yaitu bagaimana cara seorang fotografer meletakkan benda-benda atau objek yang ada menjadi frame yang enak dilihat. “Dalam fotografi ada istilah Rule of Thirds atau hukum sepertiga bagian. Kita bagi bidang horizontal menjadi tiga bagian dan bidang vertikal tiga bagian, akan bertemu sempat titik. Nah, tempatkan objek yang kita inginkan di frame tersebut, maka hasil fotonya akan bagus,” ujar mantan fotogragfer Jawa Post ini.

Para peserta Kelas Fotografi melakukan praktek pengambilan foto di lokasi Wira Garden.
     Selanjutnya, unsur fotografi lain disebut Angle of View atau Sudut Pemotretan. Menurutnya, sudut pemotretan akan berpengaruh terhadap pencahayaan dan suasana pada foto. “Pikirkan sudut pemotretan untuk mendapatkan sudut pemotretan terbaik,” tuturnya. Juga terdapat unsur backgroud dan foreground. Background adalah semua benda yang ada di belakang objek utama, sedangkan foreground semua benda yang ada di depan objek foto.
     Yopie juga menjelaskan tentang pentingnya fungsi pencahayaan. Sumber cahaya bisa dari matahari, avalaibel light atau cahaya ruang yang ada, cahaya jendela, dan cahaya pantulan. “Jika kita merasa butuh cahaya pantulan, dapat menggunakan steorofom, banner, kertas putih atau lainnya yang dapat memantulkan cahaya,” kata Yopie.
     Dia memberikan tips, untuk cahaya yang terlalu terang dapat dilembutkan dengan meletakkan tisu tipis pada cahaya kamera. Yopie juga menyarankan benda-benda transparan seperti kelompak bunga tipis, daun dengan tulang-tulang daun yang tipis, atau air mineral dan sirup warna-warni, tirai jendela, sangat pas diambil dengan posisi cahaya backlight. “Cahaya dari belakang pada benda transparan akan memberikan hasil foto yang bagus.”

Salah satu peserta mengambil view dari ketinggian.
     Usai pemaparan materi, para peserta Kelas Fotografi melakukan praktek dengan menjepret pemandangan dan fasilitas Taman Wisata Wira Garden, produk sponsor seperti tumpeng dari Papa Toms, Susu Segar Home Town Diary, buku terbitan Aura Publishing, Jilbab Tasya Busana, ubi cilembu Griya Oebi, Lampung Banan Foster, Smart Tour and Travel, Lulur Roro Mendut, dan lainnya.

(Rinda Mulyani)



Rayakan HUT Ke-1, Tapis Blogger Gelar Kelas Fotografi

     Naqiyyah Syam melangkah ke depan puluhan peserta Kelas Fotografi di salah satu aula Taman Wisata Wira Garden, Jalan Wan Abdurahman, Batu Putu, Bandar Lampung, Sabtu (9/9). Pagi itu, Ibu muda ini mengenakan gamis satin bunga-bunga besar yang serasi dengan jilbab biru lebarnya. Mendekati tumpeng yang dihiasi dengan tulisan Happy Birthday Tapis Blogger, senyum Naqiyyah Syam mengembang. Rona wajahnya memancarkan kebahagiaan.

Pendiri Tapis Blogger Naqiyyah Syam memotong tumpeng
memperingati HUT Ke-1 Tapis Blogger, Sabtu (9/9/2017), di Taman Wisata Wira Garden.
     Ya, sebagai pendiri Tapis Blogger pada 31 Agustus 2016 lalu, peringatan satu tahun komunitas para blogger (narablog) memberi arti penting bagi penulis perempuan produktif di Lampung ini. “Awalnya saya mendirikan Tapis Blogger ini untuk para ibu-ibu, belum pede untuk membukanya untuk umum. Maklum, kami para ibu kan masih ‘unyu-unyu’ dalam hal menulis, tulisannya tentang curhatan. Akhirnya ketemu sama mas Yopie Pangkey yang meyakinkan saya untuk membuka Tapi Blogger ini untuk umum, makanya pada 31 Agustus 2016, disepakati Tapis Blogger dibuka untuk umum dan ditetapkan sebagai hari lahirnya Tapis Blogger,” ujar pemilik nama asli Sri Rahayu ini, saat membuka kegiatan pelatihan fotografi hari itu. 

Baca juga : Tips Memotret Agar Hasil Foto Bagus

     Kegiatan ini masih dalam rangkaian memperingati Milad ke-1 Tapis Blogger Lampung. Sebelumnya, Tapis Blogger sudah melaksanakan kegiatan Blogging Class yang dilaksanakan seminggu lalu. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah seperti Bandar Lampung, Metro dan Kota Gajah—Lampung Tengah. Menurut Naqiyyah Syam, kegiatan Kelas Fotografi yang menghadirkan fotografer senior Lampung ini diikuti oleh para blogger yang merupakan anggota Tapis Blogger dan pemenang Blogging Class.

Fotografer Senior Lampung, Yopie Pangkey menjelaskan
 tips memotret foto bagus sesuai kaidah fotografi.
     “Kami ingin meningkatkan kualitas para anggota Tapis Blogger dulu. Blog itu tidak hanya kontennya yang harus bagus, tapi foto juga harus bagus dan menarik, selain itu tampilan blognya. Peningkatan kualitas ini akan dilakukan secara bertahap. Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas blog anggota Tapis Blogger,” ujar ibu rumah tangga yang sudah menerbitkan 35 buku ontologi baik solo maupun duet ini.
     Usai pemaparan materi fotografi oleh Yopie Pangke, Naqiyyah Syam memotong tumpeng sebagai penanda peringatan HUT ke-1 Tapis Blogger. Dilanjutkan dengan makan bersama, dan praktek fotografi hingga sore hari. Anggota Tapis Blogger berasal dari lintas profesi dan usia, mulai dari blogger traveler, fotografer, jurnalis, chef, dosen, ibu rumah tangga, mahasiswa, pecinta puisi bahkan pekerja kantoran yang hobi nge-blog. Untuk menjadi anggota Tapis Blogger hanya perlu punya blog, instagram, twitter, dan facebook, lalu bergabung ke akun Facebook Tapis Blogger, selanjutnya tim admin akan meninjau blog pendaftar untuk kemudian masuk menjadi komunitas Tapis Blogger.

Para anggota Tapis Blogger yang mengikuti Kelas Fotografi berfoto bersama usai acara.
     “Selain dapat menambah pertemanan, mempererat silaturahmi, kami juga saling mengunjungi blog teman, dan melakukan kegiatan blog review,” ujar Naqiyyah Syam. Saat ini, Tapis Blogger sudah menjalin banyak kerjasama dengan perusahaan, instansi pemerintah, tempat wisata, dan kuliner yang meminta review dari para anggota Tapis Blogger.  Pada acara pelatihan fotografi kemarin, peserta latihan memotret produk-produk sponsor sekaligus membuat review produk. Diantaranya tumpeng dari Papa Toms, Susu Segar Home Town Diary, buku terbitan Aura Publishing, Jilbab Tasya Busana, ubi cilembu Griya Oebi, Lampung Banan Foster, Smart Tour and Travel, Lulur Roro Mendut, dan lainnya.

(Rinda Mulyani)